Viral Medsos

Anak 11 Tahun Lampaui IQ Albert Einstein dan Stephen Hawking, Berikut Pengakuan Yusuf dan Ayahnya

Bocah bernama Yusuf Shah itu dilabeli jenius setelah mendapatkan skor tertinggi dalam tes IQ Mensa, dengan skor 162.

Editor: AbdiTumanggor
yorkshirepost
IQ Yusuf Shah capai 162. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Sosok Albert Einstein dan Stephen Hawking dikenal dunia sebagai manusia cerdas intelektual dan jenius.

IQ atau Intelligence Quotient merupakan salah satu penentu seberapa cerdas seseorang.

Namun, di Tahun 2022, ada seorang anak berusia 11 tahun asal Inggris secara mengejutkan mampu mengalahkan kecerdasan intelektual kedua sosok jenius, Albert Einstein dan Stephen Hawking.

Bocah bernama Yusuf Shah itu dilabeli jenius setelah mendapatkan skor tertinggi dalam tes IQ MENSA dengan skor 162.

Performanya mengalahkan ahli fisika Hawking dan Einstein, yang IQ-nya diperkirakan sekitar 160.

TES IQ YUSUF SHAH
IQ MENSA Yusuf Shah capai skor 162.

MENSA yang merupakan masyarakat internasional terbuka untuk individu ber-IQ tinggi, mengonfirmasikan skor Shah ke NBC News.

Mereka mengatakan, Yusuf Shah berada dalam 2 persen teratas dari populasi dan memiliki potensi yang besar.

Siapa pun yang berada di persentil (atau nilai dalam skala seratus) ke-98 tersebut, diundang untuk bergabung dengan organisasi.

Menurut Yorkshire Evening Post, orang tua Yusuf Shah mendukungnya untuk mengambil tes tanpa persiapan.

Yusuf Shah merupakan siswa kelas VI dari Kota Leeds di Inggris.

Banyak orang di sekolah Yusuf yang menganggap dirinya sangat pintar.

Oleh karena itu, ia penasaran dan ingin mencoba apakah termasuk orang yang memiliki IQ tinggi.

Akhirnya Yusuf mengikuti tes MENSA. "Semua orang di sekolah menganggap saya sangat pintar, dan saya selalu ingin tahu apakah saya berada di 2 persen teratas dari orang yang mengikuti tes," ucap Yusuf.

Yusuf Shah manusia jenius
Yusuf Shah manusia jenius masa kini. (Yorkshireeveningpost)

Keluarga mengatakan Yusuf Shah saat ini tengah fokus untuk mendaftar ke sekolah menengah, meski baru berusia 11 tahun.

Namun, di waktu luang, ia senang menghabiskan waktu memecahkan kubus rubik dan sudoku.

“Selalu spesial memiliki sertifikat untuk saya dan mengenai saya. Saya tak pernah berpikir akan berada di berita,” ujar Yusuf Shah.

Ayah Yusuf Shah bernama Irfan, mengatakan bahwa putranya berhasil menemukan sebuah fenomena matematika yang tak dapat dipecahkannya ketika ia berusia 7 tahun.

Keluarga kemudian menghubungi seorang profesor matematika Universitas Cambridge yang kemudian memberikan Yusuf Shah penjelasan logika fenomena matematika itu.

Sejak saat itu, prinsip matematika itu pun dikenal di rumah mereka sebagai “Aturan Lapangan Yusuf”.

Tetapi, orang tua Yusuf Shah mengatakan bahwa mereka mengajarinya untuk memelihara etos kerja dan kehidupan sosialnya selain kemampuan alaminya.

“Saya masih mengatakan kepadanya bahwa ‘ayahmu masih lebih pintar dari kamu’,” ujar Irfan.

“Kami menerima semuanya dengan ringan dan alami," kata Irfan.

"Bahkan jika kamu berbakat, maka kamu harus menjadi pekerja yang paling keras,” tegas Irfan pada anaknya, Yusuf.

Yusuf Shah dan kedua orangtuanya
Yusuf Shah (tengah) memilik dua saudara bernama Zaki dan Khalid. Ibunya bernama Sana dan ayahnya bernama Irfan. Mereka tinggal di Kota Leeds, Inggris. (Yorkshire Evening Post)

Diketahui, Yusuf Shah telah menunjukkan tanda-tanda kecerdasannya sejak usia dini.

Yusuf bahkan telah menjadi ahli matematika ketika berada di kelas 3 sekolah dasar.

Orangtua Yusuf Shah mengetahui bahwa anaknya memiliki bakat menguadratkan angka.

Bakat ini juga dilaporkan oleh guru-guru Yusuf.

"Anak kami memiliki bakat alami untuk matematika dan saya kira saat itulah kami menyadarinya," ujarnya.

"Bahkan guru sekolahnya setiap kali kami mendapat laporan sekolah, mereka berkata 'tidak ada yang bisa kami ajarkan (untuk dia)'," sambung Irfan, terkait ucapan guru anaknya.

Yusuf Shah memilik dua saudara bernama Zaki dan Khalid.

Ibunya bernama Sana dan ayahnya bernama Irfan.

Mereka tinggal di Kota Leeds, Inggris.

(*/tribun-medan.com/kompas tv)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved