Berita Sumut

Managemen Hotel GK Binjai Bantah Terlibat Kasus Prostitusi

Managemen Hotel Graha Kardopa (GK) Binjai membantah tudingan Forum Aliansi Mahasiswa Binjai (FAMBI) yang menyebut pihaknya terlibat kasus prostitusi.

Penulis: Putri Chairunnisa |
HO / Tribun Medan
Hotel GK Binjai 

TRIBUN-MEDAN.COM - Managemen Hotel Graha Kardopa (GK) Binjai membantah tudingan Forum Aliansi Mahasiswa Binjai (FAMBI) yang menyebut pihaknya terlibat kasus prostitusi di Binjai.

Batahan ini disampaikan oleh Pimpinan Hotel GK Binjai, Tiorida Simanjuntak melalui surat tertulis ke Redaksi Tribun Medan, meskipun sebelumnya sudah ditelepon oleh wartawan Tribun Medan untuk mengklarifikasi tudingan tersebut.

Berikut bantahan Managemen Hotel Graha Kardopa (GK) yang dikirimkan secara tertulis ke Redaksi Tribun Medan.

"Pada tanggal 11 November 2022 kami menerima Surat dari FORUM ALIANSI MAHASISWA KOTA BINJAI (FAMBI) dengan Nomor : Istimewa/B/11/22, dengan inti isi surat adalah MEMINTA KLARIFIKASI dari GK Binjai tentang adanya dugaan FAMBI bahwa Hotel GK Binjai menyediakan jasa tempat prostitusi online, yang mana jika dalam waktu 3x24 jam tidak ada tanggapan dari GK Binjai, FAMBI akan melakukan unjuk rasa di depan Kantor Walikota Medan untuk MENUTUP PAKSA Hotel GK Binjai.

Kami langsung klarifikasi dengan membalas SURAT tersebut, dengan tembusan ke kantor Walikota Binjai, DPRD Kota Binjai, Kapolres Binjai yang mana tembusan ini kami buat karena sebenarnya kami tidak perlu mengkarifikasi tuduhan itu, tapi karena ini menyangkut suatu usaha yang berijin, tentu harus diketahui aparat berwenang setempat. Kami mengantar surat balasan dengan mendatangi alamat FAMBI yang tertera dalam KOP suratnya, tapi ternyata di alamat tersebut tidak ada yang tahu.

Pada tanggal 15 Novenber 2022, pihak FAMBI kembali datang ke GK Hotel dengan membawa surat pemberitahuan bahwa mereka akan berunjuk rasa di tanggal 21 November 2022, karena menurut mereka, FAMBI sudah ada bukti bahwa pelaku prostitusi bekerjasama dengan pemilik hotel untuk menjalankan aksinya….. gila apa..

Dalam menjalankan usaha, kami telah berusaha maksimal untuk mematuhi norma-norma peraturan yang berlaku, di saat pandemi COVID-19 terjadi kami tetap mencoba bertahan untuk pekerja-pekerja kami, di saat banyak usaha-usaha lain tidak mampu melewati pandemi ini. Kami sangat mendukung program Kota Binjai sebagai kota yang religius, kami membangun Hotel GK tersebut dengan susah payah dan banyak pengorbanan yang tentunya tidak bisa dirasakan oleh FAMBI, kami payah kami bangun, hanya demi sedikit uang dari PROSTITUSI, apalagi FAMBI dengan jelas dalam surat menduga saya sebagai pemilik hotel terlibat bekerjasama dengan pelaku.. sungguh sangat melukai harkat dan martabat saya sebagai pengusaha yang telah menyediakan lapangan kerja bagi warga Kota Binjai.

Apalagi tetangga kami adalah KANTOR WALIKOTA, KANTOR KODIM, RUMAH SAKIT dan Kapolres. Sebagai generasi penerus bangsa yang melek teknologi dan paham sekali dengan banyaknya berita HOAKS, seharusnya FAMBI tidak mudah terprovokasi dengan hanya menduga-duga sesuatu yang tidak benar. Bukan KAPASITAS FAMBI untuk MENUTUP PAKSA usaha yang berijin dengan membuat AKSI DEMO yang mengganggu".

(cr32/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved