Breaking News:

Berita Sumut

Mandor Kebun di Langkat Tewas Usai Dirampok di Mess, Polisi Ungkap Kronologi Hingga Pelaku Ditangkap

Pelaku perampokan di mes Rapala, Batang Serangan, Langkat nekat menghabisi nyawa seorang mandor bernama Reno.

HO/Tribun Medan
Polisi saat mendatangi lokasi kejadian atau mess PT Rapala di Dusun Karya Jadi, Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, Langkat, Sumatera Utara, Jumat (25/11/2022). Pelaku saat diamankan Satreskrim Polres Langkat dan Polsek Padang Tualang, Sabtu (26/11/2022).    

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Pelaku perampokan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, nekat menghabisi nyawa korbannya saat melakukan aksinya di mess PT Rapala, Dusun Karya Jadi, Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, Langkat, pada Jumat (25/11/2022) sekitar pukul 03.00 WIB dinihari.

Adapun identitas pelaku bernama Tuahta (19) warga Dusun Sei Gelugur, Desa Sei Musam,  Kecamatan Batang Serangan, Langkat. 

Baca juga: TANGIS Puluhan Orang Tua Ini Pecah di Polsek Sunggal, Tak Menyangka Anaknya Terlibat Perampokan

Ia nekat menghabisi nyawa korbannya bernama Reno (49) karyawan swasta sekaligus mandor I, PT Rapala, warga Dusun Medang Ara, Desa Lama Baru, Kecamatan Sei Lepan, Langkat.

Penangkapan dan peristiwa ini pun dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Langkat, AKP Joko Sempeno.

"Pada Jumat (25/11/2022) sekitar pukul 06.30 WIB, rekan kerja korban Hardianto yang juga selaku mandor panen datang ke kantor sekaligus mess PT Rapala, sebagai giat rutinitas untuk meminta pengarahan dari korban selaku mandor I sebelum pelaksanaan tugas," ujar Joko, Sabtu (26/11/2022). 

Lanjut Joko, Hardianto berdiri di depan kantor sambil memanggil korban dengan cara mengetuk pintu mess tempat tinggal korban, namun tidak ada jawaban.

Tak lama kemudian, Joko menambahkan rekan korban lainnya bernama Priadi datang untuk mengantar lauk milik korban.

"Jadi Hardianto mengatakan kepada Priadi ini agar meletakkan lauk tersebut di depan pintu. Dan kemudian Hardianto menyuruh Priadi untuk langsung bekerja," ujar Joko. 

Selanjutnya sekitar pukul 07.15 WIB, Hardianto pergi sembari mengarahkan para karyawan Buruh Harian Lepas (BHL) untuk langsung ke lapangan, untuk kontrol buah kelapa sawit. 

Namun pada pukul 08.30 WIB, Hardianto kembali lagi ke kantor dan memanggil korban di mess, namun tetap tidak ada jawaban.

"Rekan korban Hardianto berjalan menuju bukit untuk mencari sinyal handphone dan menghubungi rekan korban lainnya untuk datang ke kantor, sehubungan korban belum juga keluar dari mess. Pada pukul 10.00 WIB, Hardianto dan rekan korban yang teleponnya, memanggil kembali korban namun tetap tidak ada jawaban. Sehingga akhirnya karena merasa curiga, keduanya mendobrak pintu depan rumah korban," ujar Joko. 

Setelah berada di dalam rumah, korban bernama Reno sudah tergeletak dan tidak bergerak dengan posisi telungkup di dalam kamar dengan luka pada bagian kepala dan kaki. 

"Atas kejadian itu, rekan korban melaporkan kepada pihak Desa Karya Jadi, selanjutnya pihak desa melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Padang Tualang," ujar Joko.

Selanjutnya, pada Sabtu (26/11/2022) sekitar pukul 03.00 WIB, tim gabungan Sat Reskrim Polres Langkat dan Kanit Reskrim Polsek Padang Tualang, berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa teridentifikasi jika pelaku bernama Tuahta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved