Memanas di Laut China Timur, Empat Kapal China Terobos Wilayah Jepang, Bawa Meriam Besar

Empat kapal China dilaporkan memasuki wilayah Jepang di dekat Kepulauan Senkaku di Laut China Timur, Jumat (24/11/2022).

Editor: Abdi Tumanggor
facebook
Salah satu pulau di Laut China Selatan menjadi pangkalan militer China. 

TRIBUN-MEDAN.COM -  Empat kapal China dilaporkan memasuki wilayah Jepang di dekat Kepulauan Senkaku di Laut China Timur, Jumat (24/11/2022).

Menurut penjaga pantai Jepang, salah satu dari empat kapal tersebut membawa sebuah meriam besar dan menjadi yang terbesar yang pernah dilihat pada kapal yang memasuki perairan Jepang.

Dikutip dari The Japan Times, penjaga pantai Jepang menegaskan keempat kapal penjaga pantai China itu terdeteksi di perairan pulau tak berpenghuni yang dikuasai Tokyo tetapi juga diklaim oleh Beijing.

Baca juga: Memanas di Laut China Selatan, China-Filipina Berebut Pulau Karang, AS Langsung Lakukan Hal Ini

Baca juga: China Sudah Kuasai Pulau Karang Filipina, Militer AS Bersiap Kembali Mangkal di Teluk Subic Filipina

Insiden tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Presiden China Xi Jinping mengadakan pertemuan puncak pertama mereka sejak 2019.

Dua kapal China dilaporkan masuk wilayah perairan Jepang pada Jumat sekitar pukul 2.35 pagi.

Sedangkan dua kapal lainnya masuk pada pukul 10 pagi, dengan dan salah satunya membawa meriam 76mm.

Kapal patroli Jepang kemudian mencegat kapal-kapal China tersebut dan memerintahkan mereka untuk keluar dari area itu.

Keempatnya kemudian pindah ke zona tambahan di luar perairan teritorial.

Kapal-kapal penjaga pantai China  terobos wilyaha Jepang di Laut China Selatan.
Kapal-kapal penjaga pantai China terobos wilyah Jepang di Laut China Timur. (Bullit Marquez/AP)

Baca juga: Laporan Intelijen Rusia Bocor, Sebelum Ukraina Ternyata Putin Berniat Invasi Empat Pulau di Jepang

Insiden penerobosan kapal China ke wilayah perairan Jepang tersebut menjadi yang ke-32 di tahun ini, dan yang pertama sejak 13 November. Ketika itu, kapal China terlihat di dekat Senkaku, termasuk di zona tambahan, selama 23 hari berturut-turut.

Hingga awal bulan ini, meriam 37mm menjadi yang terbesar yang pernah dibawa masuk kapal China dan berhasil dilihat oleh penjaga pantai Jepang.

Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno mengkritik apa yang dilakukan Beijing. Ia menegaskan apa yang dilakukan kapal penjaga pantai China telah melanggar hukum internasional.

Ia juga menambahkan Jepang telah mengajukan protes ke China melalui saluran diplomatik atas apa yang terjadi baru-baru ini.

Baca juga: Sebelum Menyerang Ukraina, Ternyata Rusia Sudah Bersiap Menyerang Jepang, Ada 4 Pulau Diperebutkan

(*/tribun-medan.com/kompas tv)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved