Breaking News:

Berita Medan

Pelajar Tewas Korban Tawuran di Medan Sempat Pamit ke Teman Sekelas: Aku Mau Pergi,Kalian Baik-baik 

Eko Farid Azam (16) pelajar SMK Negeri 9 Medan yang tewas dalam insiden tawuran di SPBU kawasan Helvetia sempat pamit ke seluruh temannya.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: mustaqim indra jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Eko Farid Azam (16) pelajar SMK Negeri 9 Medan yang tewas dibantai pelajar lain di SPBU Jalan Kapten Sumarsono Medan, dikabarkan sempat menunjukkan tanda-tanda tak biasa ke guru hingga ke teman sekelasnya.

Hal ini diungkap oleh Wali Kelas korban, Rohaya Naibaho saat mendatangi rumah duka di Jalan Pasar V, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal.

Baca juga: Sebelum Tewas Dibacok, Korban Tawuran Sempat Minta Maaf ke Wali Kelasnya di Momen Hari Guru 

Rohaya menceritakan korban sempat pamit ke teman sekelasnya sepekan sebelum tewas.

Saat itu korban menyebut pamit pergi dan meminta teman sekelasnya baik-baik selama di sekolah.

Sejumlah rekan almarhum Eko Farid Azam (15), siswa Kelas X, SMK Negeri 9 Medan di Jalan Pasar V, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal memadati rumah korban tawuran almarhum Eko, Sabtu (26/11/2022).
Sejumlah rekan almarhum Eko Farid Azam (15), siswa Kelas X, SMK Negeri 9 Medan di Jalan Pasar V, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal memadati rumah korban tawuran almarhum Eko, Sabtu (26/11/2022). (Tribun Medan/Fredy Santoso)

"Aku mau pergi, kalian baik- baik kalian ya. Peksos (Jurusan sekolah) itu harus berhasil ya. Dia udah pesan ke temannya. Jadi sudah ada firasat la, kemesraan semuanya," kata Rohaya Naibaho, menirukan ucapan korban ke teman-temannya, Sabtu (26/11/2022).

Tak cuma itu, pada pekan lalu korban juga menunjukkan sikap berbeda dari biasanya.

Ketika Rohaya mengadakan acara makan-makan di kelas korban yang membereskan semuanya.

Namun ketika acara dimulai Eko Farid Azam malah menyendiri.

Kemudian setelah itu dia menyanyikan sebuah lirik lagu penyanyi Ari Lasso, berjudul hampa.

"Terus dia videokan dan memilih lagu 'entah dimana dirimu berada, hampa terasa hidupku tanpa dirimu'. Lagu ini pun kena juga ke kejadian ini, lagu itu kayaknya dia sudah mulai merasa," ungkapnya.

Wali kelas korban juga mengungkap beberapa jam pertemuan terakhir dengan muridnya itu sebelum tewas dibantai.

Sambil menangis tersedu-sedu Rohaya menjelaskan dirinya sempat bertemu dengan korban saat perayaan hari guru di SMKN 9 Medan pada 25 November pagi.

Saat itu almarhum Eko Farid sempat salam dan meminta maaf kepadanya karena tak bisa memberi kado kepada Wali Kelasnya di momen hari guru Nasional.

Seketika Rohaya langsung memeluk remaja yang ditinggal ayahnya sejak kecil ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved