Breaking News

Piala Dunia di Kedai Tok Awang

Akankah Jerman Pulang Duluan?

Jerman kini limbung di ujung tanduk. Mereka harus segera bangkit. Persoalannya, di laga hidup mati ini,lawan yang mereka hadapi justru Spanyol.

Tayang:
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP/Anne-Christine POUJOULAT
TUTUP MULUT – Para pemain Tim Nasional Jerman melakukan aksi tutup mulut saat pengambilan foto tim jelang pertandingan Grup E Piala Dunia 2022 kontra Jepang di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar, 23 November. Pertandingan yang diliputi kontroversi pelarangan pengenaan simbol-simbol gerakan ‘One Love’ ini dimenangkan Jepang 2-1. 

Saat pengundian Piala Dunia 2022 usai dilakukan, Grup E dianggap sebagai "grup neraka". Itu pun tidak dalam kategori yang "jahanam-jahanam betul". Sebabnya, siapa yang lolos dan siapa yang tersingkir sedikit agak mudah ditebak.

Grup ini berisi Jerman, Spanyol, Jepang, dan Kosta Rika. Tebakannya sudah barang tentu Jerman dan Spanyol yang akan lolos. Jepang jadi kuda hitam dan Kosta Rika sekadar bayang-bayang.

Laga pertama grup E telah digelar, dan sejauh ini, perkiraan tadi menunjukkan potensi bakal meleset. Spanyol memang "on track", tapi Jerman, sungguh tidak disangka, ambruk dihantam Jepang. Mereka dibekap 2-1.

Situasi pun berubah. Jerman kini limbung di ujung tanduk. Mereka harus segera bangkit. Harus segera meraih poin maksimal untuk --paling tidak-- memperpanjang napas di Piala Dunia 2022.

Persoalannya adalah, di laga kedua malam nanti, di laga yang jadi hidup mati ini, lawan yang mereka hadapi justru Spanyol. El Matador yang menunjukkan performa impresif tatkala menggululung Kosta Rika tujuh gol tanpa balas.

"Kalok Sampek terjadi malu kali, lah, Jerman ini, ya. Dua kali piala dunia beruntun, dua kali pula harus pulang kampung duluan. Rusak harkat dan martabat orang tu," kata Leman Dogol. Sejak beberapa menit lalu ia menonton [dan mengulangnya berkali-kali] potongan video ketika Antonio Rudiger adu lari mengejar bola dengan pemain Jepang Takuma Asano.

"Banyak kali gaya Si Rudiger ini pulaknya. Pakek lari berjingkrak-jingkrak gitu kayak kuda kepang. Langsung, lah, dikasih karma," sebut Leman Dogol lagi.

Jek Buntal yang sedang memainkan pertandingan catur yang seru melawan Tok Awang, langsung menyeletuk. "Jadi menurut Ketua,  ada hubungannya nggak kekalahan Jerman sama aksi tutup mulut itu?" tanyanya.

Bukan Leman yang menjawab, tapi Mak Idam yang menyambar dari ujung kedai. Idam belum lama tiba. Ia memesan segelas dingin lalu duduk serius di hadapan perangkat laptop. Mak Idam hendak mendaftar jadi Panitia Pemilihan Kecamatan untuk Pemilu 2024.

"Ah, yang bengaknya Jerman itu. Orang lain sibuk mikirkan sepak bola, orang tu malah ngotot soal one love, one love entah apa itu," ujarnya.

PERIKSA – Asisten wasit memeriksa ban kapten yang dikenakan kiper yang juga kapten Tim Nasional Jerman Manuel Neuer pada pertandingan Grup E Piala Dunia 2022 kontra Jepang di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar, 23 November. Pertandingan yang diliputi kontroversi pelarangan pengenaan simbol-simbol gerakan ‘One Love’ ini dimenangkan Jepang 2-1
PERIKSA – Asisten wasit memeriksa ban kapten yang dikenakan kiper yang juga kapten Tim Nasional Jerman Manuel Neuer pada pertandingan Grup E Piala Dunia 2022 kontra Jepang di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar, 23 November. Pertandingan yang diliputi kontroversi pelarangan pengenaan simbol-simbol gerakan ‘One Love’ ini dimenangkan Jepang 2-1 (AFP/INA FASSBENDER)


Piala Dunia Qatar 2022 memang mencuatkan kontroversi perihal 'One Love', gerakan kampanye mendukung pluralisme, humanisme, kesetaraan gender dan segala sesuatu yang berkaitpaut dengan persamaan dalam ruang lingkup Hak Azasi Manusia, tak terkecuali hak-hak bagi kelompok 2SLGBTQIA+ (2Spirit, Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer/Questioning, Interseks, Aseksual dan tidak kurang enam bentuk orientasi seksual lainnya).

Kampanye ini telah masuk ke lapangan-lapangan olahraga di Eropa dan Amerika, tak terkecuali sepak bola, dan dilakukan secara terstruktur dan masif. Di sepak bola, gerakan 'One Love' hadir dalam bentuk bendera [biasanya di titik tendangan sudut] dan ban kapten yang melingkari lengan pemain.

Namun panitia Piala Dunia Qatar menolak kampanye ini masuk ke negara mereka, dan FIFA menyetujuinya. Jerman marah, menganggap Qatar dan FIFA tidak mendukung gerakan HAM. Pun Inggris, Wales, Denmark, dan beberapa negara Eropa lain. Mereka bahkan sampai mengancam bakal keluar dari FIFA usai Piala Dunia.

"Beginilah kalok politik masuk ke olahraga. Nggak asyik lagi jadinya," kata Lek Tuman pula. Ia yang tadinya menonton pertandingan mengambil alih posisi Tok Awang yang pergi menjemput Ocik Nensi ke pasar. Buah putih yang dijalankannya sedikit terdesak setelah mendapat serangan balik.

"Menurut Pak Kep itu politik?" tanya Leman Dogol. "Maksudku bukan murni gerakan HAM?"

Lek Tuman menyorongkan kuda untuk mengancam ratu hitam, lantas mengibaskan tangannya. "Lha, macam mananya kau. Gerakan itu, ya, politik. Kental kali pun politiknya. Gini, Man, kalok nggak politik mana bisa terstruktur dan masif kayak gini. Bergerak serentak ke seluruh penjuru dunia. Tapi sudahlah, tak usah kita becakap soal politik-politikan. Terserah Jerman dia mau pakek ban kapten warna-warna pelangi itu. Kita yang nggak ikut-ikutan cuma mau tahu, lawan Spanyol bisa bangkit atau telungkup lagi orang tu."

"Spanyol memang sedap kali mainnya, Pak Kep," sambar Mak Idam lagi. "Agak tak sangka juga awak bisa kayak gitu mainnya. Terutama Si Busquets. Dingin dan tenang, macam gak ada kejadian kutengok dia di tengah. Payah kali diambil bola dari kakinya."

GEMILANG – Pemain Tim Nasional Spanyol Sergio Busquets (kiri depan) memenangkan duel memperebutkan bola dengan pemain Kosta Rika Celso Borges pada laga Grup E Piala Dunia 2022 d Al-Thumama Stadium, Doha, Qatar, 23 November 2022. Busquets tamil gemilang untuk membantu Spanyol menekuk Kosta Rika tujuh gol tanpa balas.
GEMILANG – Pemain Tim Nasional Spanyol Sergio Busquets (kiri depan) memenangkan duel memperebutkan bola dengan pemain Kosta Rika Celso Borges pada laga Grup E Piala Dunia 2022 d Al-Thumama Stadium, Doha, Qatar, 23 November 2022. Busquets tamil gemilang untuk membantu Spanyol menekuk Kosta Rika tujuh gol tanpa balas. (AFP PHOTO/JAVIER SORIANO)


Permainan yang ditunjukkan Spanyol versus Kosta Rika, untuk sementara, memang membungkam segenap kritik terhadap Luis Enrique.

Pemain-pemain kesayangannya, terutama sekali Sergio Busquets, Jordi Alba, Gavi, Pedri, dan Rodri, plus Ferran Torres, menampilkan performa memukau. Terutama sekali Busquets dan Rodri yang oleh Enrique justru ditempatkan sebagai pemain 'nomor empat' alias stopper. Pengalihan posisi Rodri diyakini sebagai solusi agar Busquets bisa tetap menempati posisi gelandang bertahan.


Jerman kebalikannya. Menguasai penuh pertandingan, bahkan sempat unggul 1-0 di paruh pertama [2-0 apabila tidak dianulir VAR), Der Panzer --julukan Tim Nasional Jerman-- kecolongan di menit-menit akhir pertandingan. Mereka terlalu menganggap enteng Jepang --satu di antaranya lewat gerakan konyol Rudiger. Saat Jepang mampu keluar dari tekanan kemudian bangkit dan melesakkan gol penyeimbang kedudukan, mereka panik. Alur bola yang sebelumnya rapi berubah berantakan.

"Jerman sama Spanyol ini sebenarnya imbang kali. Pemainnya bintang semua. Mestinya bisa seri ini. Kalok pun ada yang menang, kupikir tipis-tipis aja. Nah, masalahnya, Jerman, kan, baru digas Jepang. Pasti, lah, kenak mental orang tu. Spanyol kebalikannya, sedang percaya diri," kata Jek Buntal setalah beberapa kali menghela napas. Air mukanya menyiratkan kekecewaan.

Jek pendukung Jerman, dan ia ikut terpukul atas kekalahan dari Jepang. Kekecewaan kedua, serangan-serangan tajam Lek Tuman memaksanya menumbangkan raja. Skor 3-2 [dua partai sebelumnya dimenangkan Tok Awang] dan ia harus membayar kopi-kopi pesanan untuk Tok Awang, dirinya dan Lek Tuman.

"Aku sebenarnya mau pegang Jerman, tapi kalok tetap masih sibuk sama one love, one love, bisa jadi bakal berasap lagi orang tu," ucap Mak Idam.

"Eh, by the way, kelen tahu kalok 'one love' ini inspirasinya dari lagu Bob Marley?" kata Leman Dogol menyeletuk, lalu, tanpa diminta, memutarkan lagu itu lewat telepon selularnya.


One love one heart
Let's get together and feel all right


Bob Marley penggemar berat sepak bola dan menjadikan sepak bola sebagai inspirasi dari beberapa lagunya. Lagu One Love sendiri mula-mula direkam ulang oleh UNICEF sebagai bagian dari gerakan kampanye dalam menghadapi pandemi Covid 19. Iya, kalimat 'Lets get together and feel all right' dianggap sebagai "kata-kata sakti" yang mampu mengajak umat manusia untuk bersatu dan bangkit bersama.

"Tujuan awalnya bagus, tapi mungkin Qatar menolak karena dalam gerakan ini ada LGBT-nya," kata Lek Tuman. "Mestinya orang-orang yang marah itu bisa menerima pandangan yang nggak sama. Kalok nggak ya sama aja omdo. Orang lain disuruh menerima perbedaan, orang tu sendiri gak terima kalok ada yang berbeda. Bengak kali, kan."

Mak Idam, Jek Buntal, Leman Dogol berganti melontar pendapat. Lagu terus mengalir. Tak lama, Tok Awang dan Ocik Nensi masuk kedai. Ocik Nensi langsung menyeletuk.

"Makjang, mantap kali lagu kelen ini. Siapa yang nyanyi? Rama Aipama? Pande jugak dia nyanyi bahasa Inggris, ya." (t agus khaidir)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved