Kebakaran Bengkel Motor

Baru Selesai Wisuda, Estrada Manurung Tewas Dalam Kebakaran Sambil Peluk Keponakan saat Dikepung Api

Estrada Manurung ternyata baru saja wisuda sebelum tewas kebakaran di bengkel motor

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/APRIANTO TAMBUNAN
Lokasi kebakaran bengkel motor yang menewaskan tiga orang penghuni ruko 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Estrada Manurung, satu dari tiga korban tewas dalam tragedi kebakaran bengkel motor di Jalan Jamin Ginting, Lingkungan I, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan ternyata baru saja selesai wisuda.

Menurut Ridwan, Kepala Lingkungan I, Estrada Manurung belum lama tinggal di rumah toko (ruko) yang dijadikan bengkel motor milik Darwin Manurung, kakak kandung korban. 

Estrada Manurung sebenarnya baru berkisar satu minggu lebih tinggal di lokasi kejadian.

"Baru dua minggu (Esrada Manurung) dia di sini. Baru wisuda pun dia," kata Ridwan, Minggu (27/11/2022).

Baca juga: RIP, Keluarga Manurung Berduka, 3 Orang Tewas Terjebak Api saat Kebakaran Bengkel Motor di Tuntungan

Baca juga: Satu Keluarga Manurung Tewas pada Insiden Kebakaran Ruko Milik Darwin Manurung di Medan Tuntungan

Ridwan mengatakan, saat kejadian kebakaran, Estrada Manurung meninggal bersama dua keponakannya masing Marinta Manurung (7) dan Damian Klemen Manurung (1,2 tahun).

Kedua korban terakhir adalah anak kandung dari Darwin Manurung.

Saat kebakaran terjadi, ada yang menyebutkan bahwa Estrada Manurung ini tewas dalam kondisi memeluk kedua keponakannya.

Banyak yang menduga, Estrada Manurung berusaha melindungi dua keponakannya yang tewas dari kobaran api. 

Disinggung mengenai sosok Estrada Manurung dan dua korban lainnya, Ridwan mengaku tidak begitu mengenalnya.

Selama ini, kedua anak Darwin Manurung itu hanya bermain di sekitar rumah.

Jadi dia tidak mengenal bagaimana kepribadian para korban.

Baca juga: Yuni Manurung Pamer Pacar Tampan, Tak Mau Kalah dari Surya Manurung Beristri Cantik

Baca juga: Empat Rumah Warga Ikut Terbakar saat Kebakaran Pabrik Getah Karet di Asahan

"Kalau Darwin nya trauma berat dia. Karena kan dua anaknya meninggal dunia dalam peristiwa ini," kata Ridwan.

Pascakejadian, Ridwan dan sejumlah warga terus berjaga di sekitar lokasi.

Ia mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sebelum polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved