Breaking News:

Tawuran Pelajar

Kapolrestabes Medan Dalami Aksi Tawuran Pelajar yang Disinyalir Didalangi dan Melibatkan OKP

Kapolrestabes Medan tengah mendalami adanya dugaan keterlibatan OKP yang mengakomodir aksi tawuran pelajar

Penulis: Alfiansyah | Editor: Array A Argus
tangkapan layar video
Para pelaku di Polrestabes Medan. Pelaku membunuh almarhum Eko Farid Azam (15), siswa Kelas X, SMK Negeri 9 Medan di Jalan Pasar V, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (26/11/2022). (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO) 

TRIBUN-MEDAN.COMMEDAN - Aksi tawuran di Kota Medan yang merenggut nyawa sejumlah pelajar diduga didalangi dan melibatkan kelompok atau OKP (organisasi kemasyarakatan dan pemuda) tertenu. 

Dalam kurun waktu Oktober hingga November 2022, sudah ada dua remaja yang tewas akibat tawuran ini.

Kedua korban adalah Yuda Tri Buana (18) warga Kecamatan Percut Seituan, dan teranyar adalah Eko Farid Azam (16) warga Kecamatan Medan Sunggal.

Baca juga: TEWAS DIBACOKI, Pemakaman Siswa SMK Negeri 9 Medan Penuh Haru, Pelaku Utama Langsung Ditangkap

Mantan ketua geng motor Simple Life dalang penyerangan dan pembunuhan pelajar SMK Negeri 9 Medan
Mantan ketua geng motor Simple Life dalang penyerangan dan pembunuhan pelajar SMK Negeri 9 Medan (TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH)

Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda menjelaskan, terkait maraknya aksi tawuran tersebut, pihaknya akan melakukan penyelidikan dugaan keterlibatan kelompok ataupunOKP yang mengakomodir aksi tawuran para remaja ini.

"Nanti kita akan lidik ke arah sana, kita tau dari geng-geng motor ini memang ada seperti binaan dari kelompok-kelompok," kata Valentino kepada Tribun-medan, Senin (28/11/2022).

Ia mengatakan, ke depan pihaknya akan melakukan pengembangan siapa aktor di balik aksi tawuran yang kerap terjadi ini.

Baca juga: Wajah Lesu Pelaku Tawuran di SPBU Jalan Kapten Sumarsono yang Menewaskan Seorang Pelajar

Hal tersebut dilakukan, untuk mencegah adanya aksi tawuran hingga menimbulkan korban luka dan jiwa.

"Nanti akan kita kembangkan," sebutnya.

Dikatakannya, saat perayaan hari guru kemarin puluhan remaja terjaring razia petugas saat melakukan aksi tawuran di sejumlah titik di Kota Medan.

"Ada 48 remaja kita amankan, sembilan orang diantaranya kita tetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Baca juga: Mantan Ketua Geng Motor Dalangi Pembunuhan Pelajar SMK Negeri 9 Medan, Pelaku Menjabat Ketua Desa

Ia membeberkan, para pelaku tawuran ini tidak semua merupakan status pelajar melainkan ada juga alumni dan pelajar yang putus sekolah.

Lebih lanjut, dikatannya kedepannya pihaknya akan terus berupaya untuk melakukan pencegahan aksi-aksi tawuran ini. 

"Kedepan kita akan kerjasama dengan dinas pendidikan untuk melakukan pencegahan aksi tawuran ini. Selain itu peran sekolah dan orangtua juga penting untuk melakukan pencegahan," pungkasnya.(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved