Breaking News:

Siswa Berprestasi

2 Tim Olimpiade Asal Toba Akan Diberangkatkan untuk Kancah Internasional

Dua tim olimpiade asal Toba akan mengikuti pertandingan yang diselenggarakan oleh The World Innovative Science Project Olympiad, Rabu (30/11/2022).

2 Tim Olimpiade Asal Toba Akan Diberangkatkan untuk Kancah Internasional

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Kabupaten Toba akan memberangkatkan dua tim olimpiade untuk bersaing di kanca internasional, Rabu (30/11/2022).

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sigumpar Roy Siagian mengutarakan, dua perwakilan dari sekolahnya bakal ikuti olimpiade sains tingkat internasional pada bulan mendatang.

"Kebetulan di bulan yang lalu, di tingkat Provinsi Sumut, ada tiga tim kita yang berhasil lulus. Dan di level nasional ada tim kita yang menang dan menjadi delegasi Indonesia ke tingkat internasional," ujar Roy Siagian, Rabu (30/11/2022).

Ia menjelaskan, olimpiade tersebut diselenggarakan oleh The World Innovative Science Project Olympiad (WISPO) dan Indonesia sebagai tuan rumah pada tahun 2022 ini.

"Namanya Wispo, yang akan diselenggarakan di Bandung pada tanggal 14 hingga 18 Desember 2022. Indonesia sebagai tuan rumah," ungkapnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan perihal muatan kedua penelitian yang bakal dipertandingkan pada bulan Desember mendatang.

"Untuk tim yang pertama, penelitiannya adalah gula batang jagung (baja) untuk rondang. Gula atau caramel untuk popcorn. Jadi semua kita gunakan dari bagian jagung itu; jagungnya jadi popcorn dan barang jagungnya jadi pemanisnya," sambungnya.

Dua hal yang diteliti; gula untuk popcorn yang berasal dari barang jagung dan tanaman bunga paetpaet sebagai pestisida nabati.

"Jagung Siarang dan Manis memiliki kasar gula sebesar 37 persen. Yang tim kedua, kita memanfaatkan bunga paetpaet itu menjadi pestisida nabati pada pertanian padi yang diserang hama keong mas," ungkapnya.

"Dan ini sangat mujarab. Ini sudah langsung kita terapkan juga ke sawah orang tua salah satu anggota tim," sambungnya.

"Untuk membuat produksinya ini, kita masih menggunakan alat sederhana. Kami belum ada alat yang mumpuni. Ada 2 orang masing-masing tim. Dan saya sebagai guru pendamping," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved