Banjir di Sergai

Jalan Provinsi yang Jadi Penghubung Hancur Setelah Banjir di Kabupaten Sergai

Jalan Provinsi yang merupakan penghubung antarkecamatan di Kabupaten Sergai rusak dan berlubang setelah terendam banjir

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Jalan Provinsi penghubung Kecamatan Sei Rampah menuju Tanjung Beringin rusak parah usai diterjang banjir yang berlangsung selama 14 hari di Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (30/11/2022) /Anugrah Nasution. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI - Jalan Provinsi yang merupakan penghubung antarkecamatan di Kabupaten Sergai rusak dan berlubang setelah terendam banjir.

Adapun lokasi yang parah berada di Jalan Sei Rampah menuju Tanjung Beringin. 

Pantauan Tribun, jalan provinsi penghubung antarkecamatan tersebut memiliki lubang besar bak kubangan usai teredam banjir selama berhari-hari. 

Gerusan banjir itu membuat aspal jalan mengelupas dan membahayakan. 

Baca juga: Gubernur Sumut Geram, Galian C Ilegal Kabupaten Sergai Rusak Jalan Provinsi, Ancam Lakukan Penutupan

"Memang sejak banjir kemarin ini makin banyak lubang, karena jalan terendam air sampai dua minggu, jadi aspalnya terkupas," kata Abidin Siregar, warga di Jalan Sei Rampah, Rabu (30/11/2022). 

Abidin mengatakan, memang jalan tersebut kerap menjadi langganan banjir tiap tahun.

Kondisi itulah yang membuat jalan tersebut kerap rusak. 

"Ini sering banjir makanya rusak terus padahal ini jalan utama yang tiap hari ramai saja orang lewat sini," katanya. 

Baca juga: Truk Galian C Ilegal Bikin Jalan Provinsi Hancur Lebur, Pemerintah Bertindak Tunggu Laporan

Kondisi jalan yang rusak parah pun membuat warga harus ekstra hati hati.

Tak jarang, warga tergelincir saat melintas, apalagi jika kondisi sedang hujan. 

Misnok, warga lainya menyebutkan, saat jalan tergenang air, pengendara tidak melihat adanya lubang yang cukup dalam. 

Hal itu membuat warga sering terjatuh dan mengalami bocor ban. 

Baca juga: Berikut Jalan Provinsi di Langkat yang Diperbaiki Edy Rahmayadi, Dukung Kemajuan Pariwisata

"Ya, kalau pas tidak banjir dan siang bisa nampak, kalau pas hujan jalan tergenang atau malam, orang masuk lubang. Kadang ada yang jatuh, kadang kretanya rusak bocor ban gitu," sebut dia. 

Untuk mengantisipasi kecelakaan, beberapa warga kemudian memasang rambu jalan.

Misnok mengatakan, warga pun terkadang secara sukarela menimbun jalan menggunakan batu tanah untuk mengurangi risiko pengendara. 

"Ya, kadang warga tutup pakai tanah, terus ada kasih pertanda agar pelan pelan. Kalau kita berharap sih segera ditambal karena ini sangat bahaya," tutupnya. 

Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Tebingtinggi, Basri Harahap belum menjawab saat ditanyakan mengenai upaya yang akan dilakukan pihaknya atas jalan yang rusak tersebut.(cr17/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved