Pemkab Dairi

Presiden Jokowi Warning Tahun Depan Ekonomi Sulit, Bupati Dairi: Percepat Kawasan Pertanian Terpadu

Dalam pertemuan ini, Deputi kepala perwakilan BI Sumut, Ibrahim menyampaikan, akan terus meningkatkan penggunaan keuangan digital.

Penulis: Alvi Syahrin Najib Suwitra | Editor: Satia
TRIBUN MEDAN/ALVI
Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu bersama kepala daerah se-Provinsi Sumatera Utara mengikuti pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan  Sumatera Utara, di ballroom Hotel Adi Mulya, Kota Medan, Rabu (30/11/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu bersama kepala daerah se-Provinsi Sumatera Utara mengikuti pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan Sumatera Utara, di ballroom Hotel Adi Mulya, Kota Medan, Rabu (30/11/2022).

Dalam pertemuan ini, Deputi kepala perwakilan BI Sumut, Ibrahim menyampaikan, akan terus meningkatkan penggunaan keuangan digital.

Dengan perkembangan saat ini,  perekonomian Sumut akan meningkat dan bergerak pada angka 4,1-4,9 persen.

Dikatakan Ibrahim, Sinergi kebijakan yang erat antara BI, pemerintah pusat dan daerah dengan perkembangan tekini, maka prospek ekonomi Sumut akan tetap kuat walau tetap harus hati-hati sebagaimana pesan presiden.

Sementara itu menanggapi kegiatan pertemuan tahunan BI serta arahan dan pesan presiden agar tetap berhati-hati walau kondisi ekonomi Indonesia kuat, Bupati Dairi Dr. Eddy Berutu menanggapi serius.

Eddy menyebut, issu paling besar adalah inflasi, di mana diprediksi inflasi di tahun depan akan lebih komplek.

"Saat ini apa yang kita lakukan masih on track. Sehabis dari sini, kita harus segera lakukan percepatan termasuk Kawasan Pertanian Terpadu (KPT). Dan pengembangan komoditi lainnya,. Jadi pertemuan hari ini sangat relevan dengan apa yang kita lakukan di Dairi," kata bupati.

Soal pesan presiden hati-hati  walau ekonomi Indonesia masih stabil, bupati menanggapi bahwa kondisi baik ini jangan membuat kita terlena.

"Bila memperoleh sesuatu yang baik kita tidak boleh terlena karena mungkin saja ada bahaya besar di tahun depan. Jadi bagi kami sebagai kepala daerah harus betul-betul mengkonsolidasi pemikiranlah," katanya mengakhiri.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan dari hasil pertemuan G20 di Bali, bisa diambil kesimpulan bahwa Krisis global ini tidak ada yang mampu memprediksi gejolak yang terjadi.

Ia mengaku negara negara besar telah menaruh kepercayaan kepada Indonesia, namun seluruh arah kebijakan kitapun harus searah dengan praktek dilapangan.

"Kepercayaan sudah diberikan kepada kita, kita tetap jalan namun harus 'hati-hati'. Keputusan politik harus saling mendukung sehingga keputusan kita untuk tetap jalankan roda ekonomi dengan hati-hati sejalan dengan praktek di lapangan," kata presiden.

Kepada para bupati dan walikota presiden berpesan agar tidak ada pihak yang menghambat investasi, seraya tetap berpesan untuk tetap hati-hati. Selain itu pasokan pangan, energi dan konsumsi rumah tangga harus tetap terjaga.

Presiden menyebut, pertumbuhan ekonomi paling tinggi adalah Maluku Utara dengan pertumbuhan ekonomi 27  persen dengan inflasi 3,3 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved