Breaking News:

Stabilitas Keuangan Sumut Terjaga, BI Ungkap Penopangnya

perkembangan inflasi di pertengahan tahun 2022 sempat diwarnai peningkatan tekanan harga dari komoditas volatile food

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
Stabilitas Keuangan Sumut Terjaga, BI Ungkap Penopangnya
Internet
Ilustrasi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemulihan ekonomi Sumatra Utara 2022 terus berlanjut secara gradual dengan sumber pertumbuhan yang lebih berimbang di tengah tingginya ketidakpastian global.

Deputi Kantor Perwakilan BI Sumut, Ibrahim menyampaikan, stabilitas keuangan tetap terjaga sehingga turut mendukung pemulihan ekonomi. Ia mengatakan, kondisi ini tercermin dari tingkat Loan to Deposit Ratio dan kinerja kredit yang meningkat dengan kualitas kredit yang terjaga.

Lanjutnya, perkembangan inflasi di pertengahan tahun 2022 sempat diwarnai peningkatan tekanan harga dari komoditas volatile food. Namun, sinergi Bank Indonesia bersama pemerintah melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dapat meredam gejolak inflasi tersebut.

Meski pun demikian, inflasi pada akhir tahun tetap tinggi dan berada di atas sasaran inflasi nasional 3,0±1 persen sejalan dengan meningkatnya ekspektasi inflasi, second round effect kenaikan harga BBM bersubsidi serta kenaikan harga komoditas global.

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Minta Maaf Karena Ekonomi Sumut Cuma Tumbuh 2,62 Persen

"Sepanjang tahun 2022, kami juga terus meningkatkan sinergi dan inovasi bersama dengan stakeholder dalam mendorong dan memperkuat pemulihan ekonomi," ujarnya dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara 2022, di Hotel Adimulia, Kota Medan, Rabu (30/11/2022).

Dikatakannya, penguatan akselerasi di bidang sistem pembayaran terus ditingkatkan melalui program 15 juta pengguna baru QRIS, yang mana telah tercapai sebanyak 957 ribu (97, 74 % ).

Ibrahim mengatakan, program ini merupakan penguatan program QRIS tahun sebelumnya yang menyasar pada merchant, yang saat ini telah mencapai 922 ribu merchant.

Tak hanya itu, Bank Indonesia juga terus memperluas implementasi BI-FAST sehingga terwujud layanan transfer dana yang CeMuMuAH (Cepat, Murah, Mudah, Aman dan Handal).

"Hingga saat ini, terdapat 106 peserta BI-FAST secara nasional dengan 65 Bank diantaranya berada di Sumut. Lanjutnya, "Kami juga terus mendorong Kampanye Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah untuk menjaga kualitas serta ketersediaan Uang Rupiah, khususnya menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru".

Dijelaskannya, perekonomian Sumatera Utara diprakirakan mengalami akselerasi pada tahun 2022 dalam kisaran 4,1 % – 4,9 % , lebih tinggi dari tahun 2021 sebesar 2,6 % (yoy).

Ke depan, potensi penguatan ekonomi Sumatera Utara masih berlanjut. Pada tahun 2023, situasi pandemi diprakirakan terus membaik sehingga turut mendukung perbaikan perekonomian domestik.

Namun demikian, perbaikan tersebut masih dibayangi berbagai risiko yang bersumber dari berlanjutnya konflik geopolitik serta dampak pengetatan kebijakan moneter yang agresif.

Dari sisi permintaan, kinerja konsumsi rumah tangga kami prakirakan tetap kuat ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik dan mobilitas masyarakat yang meningkat. Kinerja lapangan usaha utama juga terus mengalami pertumbuhan yang positif.

Laju ekonomi Sumatra Utara pada tahun 2023 diprakirakan di angka 3,9-4,7 persen, angka ini berpotensi penguatan ekonomi Sumut tetap ada dan diprakirakan tetap tumbuh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved