Penyebaran ASF
Cegah Penyebaran ASF, Dinas Peternakan Karo Imbau Peternak Babi Terapkan Bio Security
Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo mulai kembali meningkatkan kewaspadaan wabah African Swine Fever (ASF) ke peternak, Kammis (1/12/2022).
Penulis: Muhammad Nasrul |
Cegah Penyebaran ASF, Dinas Peternakan Karo Imbau Peternak Babi Terapkan Bio Security
TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Wabah African Swine Fever (ASF), dikabarkan kembali menyerang ternak babi milik peternak.
Informasi yang didapat, daerah yang ternak babinya sudah mulai terserang penyakit ini berada di sekitar Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
Untuk menghindari masuknya wabah ini, Dinas Pertanian dan Peternakan (Disternak) Kabupaten Karo mulai kembali meningkatkan kewaspadaan.
Seperti diketahui, di Kabupaten Karo sendiri cukup banyak masyarakat yang memiliki ternak babi baik usaha kecil maupun menengah.
Amatan www.tribun-medan.com, pada Kamis (1/12/2022) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo Matehsa K Purba beserta tim mulai melakukan pengecekan ke lapangan.
Pengecekan yang dilakukan di salah satu peternakan warga di Desa Kandibata, Kabanjahe ini untuk melihat secara langsung seperti apa kondisi ternak setelah kembali adanya wabah tersebut.
Dijelaskan Matehsa, untuk menghindari masuknya wabah ini ke Kabupaten Karo khususnya kandang, pihaknya menyarankan kepada para peternak agar kembali meningkatkan kewaspadaan.
Hal yang paling mudah dilakukan, ialah kembali menerapkan teknik bio security.
"Bagaimana kita mengatasi ASF ini, kita tetap mengandalkan bio security. Jadi kita sampaikan kepada para peternak, supaya menjaga hewan ternaknya dengan cara tidak boleh sembarangan yang masuk," Ujar Matehsa.
Selain menerapkan bio security, dirinya juga kembali mengingatkan kepada peternak agar selalu menjaga kebersihan kandang.
Hal tersebut dilakukan, dengan cara rutin melakukan penyemprotan cairan desinfektan ke sekitar kandang.
"Penyemprotan juga tetap harus rutin, inilah cara utama untuk mencegah," Ucapnya.
Selain itu, untuk mencegah penyebaran wabah ASF Matehsa juga menghimbau kepada peternak maupun pengusaha yang menjual babi agar tidak membeli dari luar daerah.
Ditakutkan, jika nantinya ada ternak yang sudah suspek terserang ASF tidak menularkan kepada ternak yang ada di Kabupaten Karo.
Di tempat serupa, pemilik peternakan Juliana br Sembiring mengaku dengan kembali timbulnya wabah ASF ini dirinya cukup khawatir.
Ia mengatakan, sampai saat ini ia masih rutin melakukan penyemprotan cairan desinfektan ke kandang miliknya.
"Khawatir pastinya, makanya setiap hari pasti disemprot pagi sama sore," Katanya.
Lebih lanjut, ia juga berharap kepada pihak terkait agar juga rutin melakukan pengecekan sebagai pencegahan dini.
Selain itu, ditakutkan juga dengan adanya wabah ini akan berdampak pada menurunnya harga dari ternak babi.
(mns/tribun-medan.com)