Breaking News:

Berita Sumut

Bacok Teman Perempuannya, Polres Asahan Bakal Lakukan Diversi Terhadap Siswa SMP di Teluk Dalam

Polisi belum melakukan diversi terhadap MF (13) siswa sekolah menengah pertama (SMP) pelaku pembacokan di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan.

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
Korban S dirawat setelah mendapati bacokan oleh pelaku MF yang diduga sakit hati karena pacar di-Bully dan dikatakan pendek. 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Polisi belum melakukan diversi terhadap MF (13), siswa sekolah menengah pertama (SMP) pelaku pembacokan di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan

Diketahui MF melakukan pembacokan terhadap teman perempuannya berinisial S (13).

Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Baca juga: Ya Ampun, Siswa SMP Bacok Teman Perempuan Karena tak Terima Pacarnya Dikatai Pendek

"Belum dilakukan," ujar Kapolres Asahan, AKBP Roman Smaradhana Elhaj, Sabtu (3/12/2022). 

Menurutnya, diversi rencananya akan dilakukan setelah korban S pulih dari luka dan kembali normal.

"Tunggu korban sembuh. Direncanakan pekan depan akan dilakukan diversi. Korban belum bisa dimintai keterangan," kata Roman. 

Sementara, pelaku kini masih dalam pengawasan pihak kepolisian dan akan diberikan pembinaan. 

Diketahui, MF melakukan aksi nekat tersebut dikarenakan sakit hati akibat pacarnya (A) dibully oleh korban.

Sehingga saat pelaku yang kebetulan jumpa dengan korban gelap mata dan ingin membalaskan perbuatan pelaku. 

"Pacar pelaku dibully secara terus menerus dengan dikatakan pendek, sehingga saat berpapasan. Pelaku yang tidak merencanakan pembacokan, melihat ada sebilah parang yang terletak tak jauh dari TKP dan membacok korban," katanya. 

Baca juga: Dua Orang Pelajar Deliserdang yang Bacok Siswa Sergai Ditangkap, Satu Sudah Terbukti

Akibat perbuatannya, korban mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala dan tangan sehingga harus mendapat perawatan intensif. 

Atas kasus ini MF pun terancam dijerat dengan Pasal 80 ayat 2 Jo Pasal 76 C UU RI No 35 tahun 2014, perubahan atas UU RI No 35 tahun tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan UU RI nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dengan hukuman 5 tahun penjara. 

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved