Breaking News:

Berita Internasional

Kim Jong Un Ultimatum Warganya Berganti Nama Lebih Patriotik, Jika Tidak Akan Dapat Hukuman Berat

Kim Jong Un memerintahkan agar warganya menggantikan nama mereka sebelum akhir tahun 2022. 

KCNA
Potret Kim Jong Un bersama sang putri saat luncurkan rudal 

TRIBUN-MEDAN.com - Kim Jong Un memerintahkan agar warganya menggantikan nama mereka sebelum akhir tahun 2022. 

Jika ada masyarakat yang belum menggantikan nama, maka akan mendapatkan hukuman yang berat. 

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un ingin rakyat Korea Utara agar warganya mengganti nama mereka menjadi nama yang lebih patriotik.

Ia menegaskan ingin rakyatnya mengganti nama menjadi seperti Chong Il (berarti pistol) atau Pok Il (bom).

Ia juga menyebut, nama seperti Chung Sim (kesetiaan) dan Ui Song (satelit) sebagai nama yang patriotik.

Sementara di negeri tetangga Korea Selatan, nama dengan arti yang romantis seperti A Ri (yang tercinta), So Ra (cangkang keong), dan Su Mi (sangat cantik), amat populer.

Baca juga: Mendagri Malaysia Ternyata Keturunan Mandailing, Bermarga Nasution, Begini Sosoknya

Baca juga: Sosok Saifuddin Nasution, Orang Batak yang Jadi Menteri Dalam Negeri Malaysia

Namun, Kim Jong-un ingin tren seperti itu diakhiri di Korea Utara yang tertutup.

Dikutip dari Daily Star, Kim Jong-un menegaskan, nama ala Korea Selatan itu menjadi tanda bahwa Seoul hanya menjiplak budaya Yankee Barat yang merosot.

Warga yang tak mengganti namanya menjadi sesuatu yang lebih revolusioner pada akhir tahun ini bisa menerima denda atau lebih buruk lagi.

“Para warga mengeluhkan pihak pemerintah memaksa warga mengganti nama mereka berdasarkan standar yang ditetapkan negara,” ujar seorang warga Korea Utara yang identitasnya tak diungkapkan, dikutip dari Radio Free Asia.

Ia mengatakan, pemberitahuan terus dilakukan pada rapat warga unit pengawas lingkungan dengan mengganti nama tanpa konsonan akhir.

“Orang-orang dengan nama yang tak memiliki konsonan terakhir memiliki waktu hingga akhir tahun untuk menambahkan makna politik pada nama mereka untuk memenuhi standar revolusioner,” katanya.

Ia pun mengatakan, rakyat Korea Utara tak senang dengan perintah itu.

Beberapa bahkan berani bertanya apakah mereka bisa memberikan nama anak mereka untuk merefleksikan era kelaparan dan penindasan saat ini.

Bahkan, ada yang menegaskan, mendikte nama apa yang pantas diberikan orang tua pada anaknya adalah tanda tirani yang keterlaluan.

“Bagaimana mungkin seseorang tak diizinkan memberikan nama sendiri?!” ujar salah seorang warga.

“Apakah kami hewan ternak atau bagian dari mesin?!” lanjutnya.

Baca juga: SOSOK Syarifah Ima, Janda Anak Dua yang Cinta Mati Ingin Dinikahi Ferdy Sambo dan Kecewa Pada Putri

Baca juga: Usulkan Anggaran Pilkada 2024 Sebesar Rp 47 Miliar, Ini Penjelasan Ketua Bawaslu Deliserdang

(*)

Berita sudah tayang di kompas.tv

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved