Mendagri Kabinet PM Anwar Ibrahim Ternyata Keturunan Mandailing, Ini Sosok Saifuddin Nasution

Dalam susunan kabinet yang diumumkan Anwar, Jumat (2/12/2022), tokoh Barisan Nasional, Zahid Hamidi, mendapat posisi wakil PM, meski dihinggapi ragam

Editor: Liska Rahayu
BH online
Mendagri Kabinet Baru Anwar Ibrahim Ternyata Keturunan Mandailing, Ini Sosok Saifuddin Nasution 

TRIBUN-MEDAN.com - Dalam susunan kabinet yang baru, Malaysia untuk pertama kalinya memiliki dua wakil perdana menteri.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim juga kembali ke posisi lamanya sebagai menteri keuangan.

Dalam susunan kabinet yang diumumkan Anwar, Jumat (2/12/2022), tokoh Barisan Nasional, Zahid Hamidi, mendapat posisi wakil PM, meski dihinggapi ragam gugatan korupsi.

Sebelumnya, dia berjanji akan merampingkan kabinet pemerintahan.

Dari yang berjumlah 32 orang di pemerintahan lalu, kabinet yang baru kini cuma memiliki 28 posisi menteri.

Yang menarik, dari 28 orang yang masuk dalam jajaran kabinet baru tersebut, ada nama Menteri Malaysia keturunan Indonesia, yaitu Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution.

Saifuddin Nasution sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan Dalam Negeri semasa Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Mengutip dari Tribunnews.com, Saifuddin adalah generasi ketujuh dalam keluarga Nasution yang diketahui.

Ayahnya berhijrah dari desa Mandailing, Ujong Lombang ke Singapura pada tahun 1950an, sebelum berpindah ke Kedah, wilayah di Malaysia.

"Yang namanya Nasution sepanjang ingatan saya, baik kabinet Tuanku Abdul Rahman, atau zaman Tun Abdul Razak, zaman Tun Hussein, zaman Mahathir, zaman Abdullah Badawi, zaman Datuk Najib dan sekarang kembali zaman Mahathir, satu-satunya menteri yang bergelar Nasution itu Saifuddin Nasution Ismail," ceritanya tersenyum bangga.

Saifuddin merupakan satu di antara ratusan ribu warga Malaysia keturunan Mandailing.

Saifuddin Nasution
Saifuddin Nasution (BH online)

Menurut sejarawan Abdur Razzaq Lubis, banyak yang selalu pulang kampung untuk melihat tanah leluhur ataupun berjumpa dengan sanak keluarga.

Abdur Razzaq mengatakan pulang kampung yang dilakukan banyak warga keturunan Mandailing di Malaysia ini karena "romantisme tentang tanah leluhur."

"Mereka kembali ke Mandailing untuk menjalin silaturahmi dengan kaum kerabat di tanah leluhur...Saya sendiri masih mempunyai kaum kerabat (saudara) di tanah leluhur dan di Jakarta," cerita Abdur Razzaq.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved