Breaking News:

Berita Sumut

Serikat Pekerja Sambut Positif Usulan UMK Deliserdang 2023 Naik 6,63 Persen Jadi Rp 3,4 Juta

Serikat pekerja yang ada di Kabupaten Deliserdang merespon positif besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2023.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: mustaqim indra jaya
HO/Tribun Medan
Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan berfoto bersama dengan perwakilan serikat buruh beberapa waktu lalu.  

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Serikat Pekerja yang ada di Kabupaten Deliserdang merespon positif hasil pembahasan Dewan Pengupahan Daerah (Depeda) Deliserdang dalam penentuan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2023.

Usulan kenaikan sebesar Rp 211,422,81 atau 6,63 persen dari UMK sebelumnya dinilai sudah mencerminkan rasa keadilan bagi pekerja.

Baca juga: UMK Deliserdang 2023 Diusulkan Naik 6,63 Persen Jadi Rp 3,4 Juta, Perwakilan Pengusaha Keberatan

Hal ini tidak terlepas karena formula yang dipakai adalah Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2023. 

"Karena memakai Permaneker 18 tahun 2022 artinya sudah memenuhi keinginan dari pada serikat pekerja dan serikat buruh yang ada. Walaupun kenaikannya tidak seperti di Provinsi yang 7,45 persen tapi kenakkan 6,63 persen ini sudah dapat diterimalah khususnya dari serikat kami," ujar Ketua Serikat Pekerja Perkayuan dan Perhutanan (SKPHUT-KSPSI), Muhammad Sahrum, Sabtu (3/12/2022). 

Selama ini Muhammad Sahrum dan Serikat Pekerja lainnya yang ada di Deliserdang terus melakukan konsolidasi dengan Pemkab sebagai upaya agar ada kenaikan upah yang lebih layak lagi untuk pekerja.

Respon yang positif pun juga sempat ditunjukkan oleh Pemkab Deliserdang dengan beberapa kali menggelar pertemuan dengan pekerja.

Terkait besaran usulan UMK Deliserdang tahun 2023, Syahrum menyebut, mereka akan menolak apabila kenaikan di bawah 5 persen. 

"Kalau Apindo kita memang tau dari awal sejak keluarnya Permenaker 18 itu akan mengajukan gugatan atau uji materi. Kita menilainya itu hak mereka namun kalau kita kilas balik kebelakang dengan dipakainya PP 36 tahun 2021 tentang pengupahan Serikat Pekerja walaupun tidak dapat menerima tapi nggak pernah ada keributan. Kenapa sekarang ini mereka begitu antisipasif kali, kritis kali," ucap Sahrum. 

Sahrum berpendapat dari dulu yang sering merasakan ketidakberpihakan adalah pekerja.

Saat ini dengan dikeluarkannya Permenaker No 18 Tahun 2022, menurutnya pemerintah sudah berlaku adil. Ia menganggap ini menjadi penyeimbang untuk pekerja. 

"Sekarang ini timbul persoalan seolah-olah dari Apindo kok menentang Pemerintah padahal pemerintah sudah berkeadilan dengan terbitnya Permenaker. Kalau ditanyakan secara prinsip bahwa Permenaker 18 tidak berlebihan. Jadi harapan kita kepada Apindo janganlah tidak mempunyai rasa keadilan kepada pekerja Buruh yang selama ini sudah mengalah dan menerima, Berkeadilanlah, "katanya. 

Untuk diketahui Upah Minimum Kabupaten (UMK) Deliserdang tahun 2023 diusulkan menjadi sebesar Rp 3.400.015,23. 

Kenaikannya sebesar 6,63 persen atau sebesar Rp 211.422,81.

Hal tersebut sesuai dengan hasil pembahasan yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan Daerah (Depeda) Kabupaten Deliserdang, Jumat (2/12/2022). 

Baca juga: Gubernur Sumut Tetapkan UMP 2023 Naik 7,45 Persen, Buruh: Kami Perjuangkan UMK Naik Diatas 10 Persen

Informasi yang dihimpun dari 22 orang anggota Depeda hanya satu orang yang tidak hadir dalam rapat pembahasan itu.

Besaran kenaikan ini pun disetujui oleh 15 orang anggota mulai dari unsur pemerintah hingga pekerja.

Sementara itu dari pihak Apindo tidak sependapat.

(dra/tribun-medan.com)

 

 
 
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved