Breaking News:

Berita Viral

VIRAL Ibu-ibu Mendadak Jadi Miliarder, Tanahnya Dibeli Negara Rp11 Miliar, Kini Bingung Mau Buat Apa

Seorang wanita paruh baya mendadak menjadi miliarder setelah negara membeli 6 bidang tanahnya sebesar Rp 11 miliar.

Editor: Liska Rahayu
TRIBUNJOGJA.COM / Dewi Rukmini
Senyum Kiptiyah (jilbab hitam) merekah, saat menerima 6 buku rekening. Kiptiyah adalah warga Desa Wadas yang mendapat nominal UGK tertinggi dengan total Rp11 miliar pada acara pembayaran UGK proyek Bendungan Bener di Balai Desa Wadas, Rabu (30/11/2022) siang. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita paruh baya mendadak menjadi miliarder setelah negara membeli 6 bidang tanahnya sebesar Rp 11 miliar.

Kini, dengan uang sebanyak itu, ia pun bingung hendak menggunakannya untuk apa.

Diketahui, sejumlah warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah merasa senang lantaran menerima uang ganti kerugian (UGK) proyek Bendungan Bener.

Ndariyati merasa sangat senang, karena satu bidang tanah seluas 379 m2 miliknya diberi kompensasi sangat besar oleh negara, yakni senilai Rp 305 juta.

Ia yang dulu pernah ikut menolak pembebasan lahan quarry di Desa Wadas untuk proyek Bendungan Bener, mengaku senang dan tidak menyesal melepaskan hak kepemilikan tanah.

Ia bahkan sudah memiliki rencana membelanjakan uang hasil UGK untuk membeli tanah di desa lain.

"Sudah ada gambaran mau beli tanah di daerah Desa Pekacangan. Perasaannya pasti lah senang. Dulu sempat ikut menolak, tapi sekarang saya menerima. Karena sudah keadaannya, mau bagaimana lagi," ucap Ndari saat ditemui Tribunjogja.com di sela acara pembayaran UGK proyek Bendungan Bener , Rabu (30/11/2022).

Perasaan senang juga dialami Mustakim (35), warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo , Jawa Tengah.

Senyum Kiptiyah (jilbab hitam) merekah, saat menerima 6 buku rekening. Kiptiyah adalah warga Desa Wadas yang mendapat nominal UGK tertinggi dengan total Rp11 miliar pada acara pembayaran UGK proyek Bendungan Bener di Balai Desa Wadas, Rabu (30/11/2022) siang. (TRIBUNJOGJA.COM / Dewi Rukmini)

Tak hanya senang, Mustakim juga merasa beruntung karena satu bidang tanah yang ia beli dengan harga Rp 9 juta, bisa bernilai berkali-kali lipat.

"Yang mendapat UGK sekarang ada dua bidang. Satu bidang dulu warisan orang tua. Satunya lagi beli seharga Rp 9 juta, sekarang mendapat ganti Rp 410 juta. Senang lah pasti, karena dulu beli murah, sekarang dijual bisa untung banyak," ungkap Mustakim.

Dari dua bidang tanah itu, ia mengaku mendapatkan total uang ganti kerugian sebesar Rp1,1 miliar.

Uang tersebut, rencananya akan digunakan untuk membeli tanah di daerah Kabupaten Sleman dan sisanya agar disimpan.

Senada, Khayatul Aizah (41), warga Desa Wadas yang mendapat UGK tertinggi nomor dua siang itu, mengaku akan menggunakan uang dengan sebaik-baiknya.

Halaman
12
Sumber: TribunNewsmaker
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved