Viral Medsos

Kemampuan Mengerikan B-21 Raider, Jet Pengebom Siluman Nuklir Canggih Terbaru Militer AS

Pentagon dan pabrikan pesawat militer Northrop Grumman meluncurkan pesawat pengebom masa depan militer Amerika Serikat, Jumat (2/12/2022).

Editor: Abdi Tumanggor
tangkapan layar video
Pentagon dan pabrikan pesawat militer Northrop Grumman meluncurkan pembom masa depan militer AS hari Jumat, (2/12/2022). Pembuatnya memamerkan pengebom B-21 Raider (tangkapan layar video) 

TRIBUN-MEDAN.COM -  Pentagon dan pabrikan pesawat militer Northrop Grumman meluncurkan pesawat pengebom masa depan militer Amerika Serikat, Jumat (2/12/2022).

Setelah dirahasiakan selama bertahun-tahun, pesawat pengebom siluman B-21 Raider itu akhirnya dipamerkan, dan akan berfungsi sebagai tulang punggung operasi tempur Angkatan Udara (AU) Amerika Serikat (AS) selama beberapa dekade mendatang.

Saat peluncurannya, B-21 Raider, dengan bentuk batwing atau sayap kalong yang khas, ditarik ke depan dari hanggar.

Dihujani cahaya biru magis dan diiringi musik sinematik, karyawan Northrop Grumman bersorak saat B-21 Raider dipamerkan.

Melansir Washington Post, Minggu (4/12/2022), peluncuran B-21 Raider digelar di fasilitas perusahaan di Air Force Plant 42.

Di fasilitas milik pemerintah yang dijaga ketat di utara Los Angeles itu, pekerjaan militer sangat rahasia kerap dilakukan.

Berbicara di depan hanggar, Menteri Pertahanan (Menhan) AS Lloyd Austin mengatakan, pesawat itu adalah bukti komitmen jangka panjang Departemen Pertahanan AS untuk membangun kemampuan canggih.

"Kemampuan canggih yang akan membentengi kemampuan AS untuk mencegah agresi, hari ini dan di masa depan,” ujar Austin.

Pesawat siluman itu, katanya, "punya 50 tahun kemajuan dalam teknologi siluman.” Teknologi ini membuat B-21 sulit untuk dideteksi, bahkan oleh sistem pertahanan udara yang paling canggih. 

“B-21 terlihat mengesankan,” kata Austin. "Tapi apa yang ada di bawah rangka dan lapisan luar bahkan lebih mengesankan."

Austin menambahkan, pertahanan AS berakar pada pencegahan, dan pengembangan B-21 berfungsi sebagai simbol.

“Kami sekali lagi menjelaskan kepada musuh potensial: Risiko dan biaya agresi jauh lebih besar daripada keuntungan yang bisa dibayangkan,” kata Austin.

Program ini diperkirakan menelan biaya setidaknya $80 miliar atau Rp1.241 triliun, dan AU AS berniat memiliki setidaknya 100 pesawat.

B-21 disebut menjadi pesawat pertama militer AS yang memiliki teknologi generasi keenam. Teknologi ini mengandalkan artificial intelligence atau kecerdasan buatan nan canggih, jaringan komputer, dan fusi data untuk membantu pilot saat mereka melakukan misi pengeboman jarak jauh yang mengharuskan mereka masuk dan keluar dari wilayah udara musuh.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved