Breaking News:

Viral Medsos

MENGEJUTKAN! Ratusan Warga Bandung Barat Terjangkit HIV/AIDS Periode Januari hingga Oktober 2022

Ratusan warga Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terjangkit HIV/AIDS selama periode Januari hingga Oktober 2022.

Editor: Abdi Tumanggor
Internet
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ratusan warga Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terjangkit HIV/AIDS selama periode Januari hingga Oktober 2022. Data itu didapat Dinas Kesehatan KBB setelah melakukan tes HIV terhadap ribuan warga.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan KBB, warga yang telah dites HIV tersebut mencapai 20.024 orang. Hasilnya sebanyak 139 orang dipastikan terjangkit HIV/AIDS yang didominasi akibat lelaki seks lelaki (LSL).

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan KBB, Nurul Rasyihan, mengatakan, dari total 139 warga yang terjangkit HIV tersebut di antaranya ada ibu hamil 12 kasus, pasien TB 4 kasus, dan pasien IMS 4 kasus.

"Kemudian LSL 51 kasus, waria dua kasus, serta lain-lainnya ada 66 kasus. Jadi, secara total berdasarkan hasil tes dari Januari sampai Oktober 2022, ada 139 orang yang positif HIV/AIDS," ujar Nurul saat dihubungi, Minggu (4/11/2022).

Nurul mengatakan, hingga saat ini tes HIV AIDS masih menjadi hal yang menakutkan bagi masyarakat. Padahal bila tidak berperilaku seks menyimpang dan berisiko, sebenarnya tidak perlu takut.

"Apalagi masih ada paradigma negatif di masyarakat jika tertular penyakit ini. Tetapi kalau tidak pernah macam-macam, ya tidak perlu takut karena enggak akan terdeteksi positif," kata Nurul.

Untuk mencegah tertular HIV/AIDS, kata dia, masyarakat tentunya harus menghindari seks bebas, kemudian melakukan konseling dan edukasi kesehatan.

"Kalau dinkes sendiri memberikan obat kepada ibu hamil yang mengidap penyakit HIV/AIDS tersebut supaya bayinya tidak sampai tertular," ucapnya.

Nurul mengatakan, hingga saat ini belum ada obat yang bisa mematikan virus  HIV/AIDS. Sehingga, upaya medis yang bisa dilakukan hanya dengan obat yang dapat menekan pertumbuhan virus agar tidak menjadi lebih parah.

"Obat yang ada hanya untuk menekan pertumbuhan virus agar tidak progresif menyerang di dalam tubuh," ujar Nurul. 

Penderita HIV/AIDS di Sumedang Meningkat Setiap Tahun

Begitu halnya dengan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menunjukkan peningkatan. Hal itu menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, yang mencatat tren orang terjangkit HIV/AIDS meningkat setiap tahunnya.

Dari catatan tahun 2020, 2021, dan 2022, setiap tahun pasti ada peningkatan jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) hingga belasan orang. "Untuk tahun ini saja hingga Oktober, ada 133 orang yang HIV dengan 10 di antaranya sudah mencapai AIDS, dan tren terus meningkat," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, dr Aep Dadang Hamdani, kepada TribunJabar.id, Jumat (2/12/2022).

Aep mengatakan bahwa banyak faktor yang menyebabkan seseorang terjangkit HIV/AIDS dan penyakit itu malah lebih menyebar. Di antaranya stigma terhadap penderita HIV/AIDS bahwa penyakit tersebut selain buruk juga memalukan. "Karenanya, banyak orang enggak memeriksakan diri, enggan mengonsumsi obat, karena malu. Padahal itu lebih bahaya karena bisa menyebar lebih luas lagi," katanya.

Berbeda, kata Aep, jika ODHA diterima dengan baik. Maka akan dengan sendirinya mereka memeriksakan diri dan meminum obat. Di antara penyebab lainnya seseorang terjangkit HIV/AIDS adalah karena perilaku LSL atau lelaki seks lelaki. "Ada LSL, ada pengguna jarum suntik, juga ada penderitanya yang saat ini sebagai ibu hamil," kata dia.

HIV/AIDS Tambah 20 Kasus Tiap Bulan di Majalengka, Kebanyakan Menimpa Usia 17-35 Tahun

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved