Breaking News:

Sosok Inspiratif

SOSOK Prof Mohammad Basyuni, Dosen USU yang Dinobatkan Sebagai Ilmuwan Berpengaruh Dunia

Prof Mohammad Basyuni adalah ilmuwan yang merupakan dosen USU. Ia termasuk ilmuwan berpengaruh di dunia

HO
Prof Mohammad Basyuni 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Sosok Prof Mohammad Basyuni, S.Hut, M.Si, Ph.D kini tengah menjadi sorotan, karena termasuk sebagai tokoh ilmuwan berpengaruh di dunia berdasarkan Stanford University Ranking.

Sosok Prof Mohammad Basyuni ini selama ini dikenal sebagai Dosen Fakultas Kehutanan di Universitas Sumatera Utara (USU).

Tapi siapa sangka, selama ini Prof Mohammad Basyuni yang lahir di Sidoarjo, 21 April 1973 itu sudah meraih beragam penghargaan atas ilmu yang dia miliki. 

Baca juga: Jenderal Listyo Sigit Prabowo Kirim Bantuan Bed Pasien Pengobatan Gratis Untuk Ilmuwan di Medan

Pada tahun 2020 lalu, ia pernah mencatat hattrick penghargaan sekaligus, yakni meraih World Class Professor Award 2020 Skema B dari Kemdikbud, dan meraih penghargaan Peneliti Terbaik 1 Universitas Sumatera Utara tahun dan JSPS Core to Core 2020-2023 dari Japan Society for the Promotion of Science. 

Sementara di tahun 2021 kemarin, Prof Basyuni berhasil meraih penghargaan The Selected Projects of The eASIA Joint Research Program dari eASIA Joint Research Program.

Pada tahun 2018, ia lulus dari United Graduate School of Agricultural Sciences, Kagoshima University, Jepang dan mengejar posisi Postdoctoral Fellow di bawah dukungan Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) di Center of Molecular Biosciences, Tropical Biosphere Research Center, University Ryukyus, Jepang selama dua setengah tahun lagi. 

Baca juga: ILMUWAN Sebut 4 Hal Ini Membuat Anda Belum Pernah Terinfeksi Virus Corona Sejak Awal

Profesor Basyuni kembali ke Indonesia pada tahun 2010, dan melanjutkan minatnya untuk memahami signifikansi fisiologis, biologis, ekologis, dan farmakologis lipid tanaman, termasuk isoprenoid dan poliisoprenoid rantai panjang di bakau. 

Satu diantara penelitiannya saat ini berfokus pada pemahaman ambang pembentukan spesies perintis bakau di Sumatera Utara: implikasinya terhadap restorasi dan perubahan iklim. 

Baca juga: Ilmuwan Sedang Uji Coba Ganja untuk Mengobati Pasien Long Covid

Kolaborasi ini berlangsung dengan University of Glasgow dan Aberystwyth University, Inggris, guna melihat pemulihan struktur komunitas makrozoobentos dikaitkan dengan kemajuan restorasi.

Profesor Basyuni dianugerahi inisiatif bersama internasional multilateral, e-Asia JRP, bekerja pada proyek tingkat internasional dengan ilmuwan dari Jepang (Prof. Tadashi Kajita, Universitas Ryukyus) dan Filipina (Dr Venus Leopardas dari Universitas Negeri Mindanao di Naawan Poblacion).

Baca juga: KABAR BAIK Ilmuwan China Temukan Antibodi Sintetis Baru yang Ampuh Kalahkan Omicron

Berikut adalah petikan wawancara Tribun-medan.com dengan Prof Mohammad Basyuni:

Apa yang membuat seorang Prof Mohammad Basyuni berhasil berkarya sebanyak ini?

Saya senang berkolaborasi. Meneliti itu banyak berkomunikasi.

Rasanya ketika meneliti suatu hal, membuat saya lebih dekat dengan sang pencipta.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved