Breaking News:

Sumut Terkini

268 Ribu Liter BBM Oplosan Diamankan Polairud Polda Sumut, Diolah di Aceh dan Dikirim ke Pekanbaru

Tersangka mengaku membeli minyak mentah dari Perlak, Aceh seharga Rp 5.200 per liter. Kemudian ia menjualnya seharga Rp 8.200 per liter.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Kapal tanker SPOB Endo Budiarto Bersaudara 05 yang ditangkap Polisi karena memuat 232 ribu liter BBM jenis solar oplosan di Pelabuhan Belawan, Senin (5/11/2022). Kapal ini hendak berangkat ke Pekanbaru, Riau. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Sumut menangkap kapal tanker SPOB Endo Budiarto Bersaudara 05 karena memuat 232 ribu liter BBM jenis solar oplosan.

Direktur Polairud Polda Sumut Kombes Toni Ariadi Effendi mengatakan, BBM oplosan ini diambil dari sumur minyak masyarakat di Perlak, Aceh.

Kapal tanker SPOB Endo Budiarto Bersaudara 05 yang ditangkap Polisi karena memuat 232 ribu liter BBM jenis solar oplosan di Pelabuhan Belawan, Senin (5/11/2022). Kapal ini hendak berangkat ke Pekanbaru, Riau.
Kapal tanker SPOB Endo Budiarto Bersaudara 05 yang ditangkap Polisi karena memuat 232 ribu liter BBM jenis solar oplosan di Pelabuhan Belawan, Senin (5/11/2022). Kapal ini hendak berangkat ke Pekanbaru, Riau. (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO)

Kemudian minyak mentah diolah di Kabupaten Langkat, lalu diangkut menggunakan mobil tangki untuk dituang ke kapal tanker SPOB Endo Budiarto Bersaudara 05 yang sudah bersandar di Belawan.

Baca juga: Amarah Wali Kota Bobby Nasution Meledak, Balik Ancam akan Merubuhkan Semua Warung

Dari dalam kapal, 232 ribu liter BBM oplosan jenis solar diamankan dan dari dua mobil tangki didapati 34 ribu liter BBM berisi jenis pertalite.

"Disini memang untuk migasnya adalah pemalsuan pasal 54 itu adalah meniru atau palsu dari BBM yang dikeluarkan oleh Pertamina,"kata Direktur Polairud Polda Sumut Kombes Toni Ariadi Effendi, di Pelabuhan Bandar Deli, Belawan, Senin (5/12/2022).

Baca juga: Miyabi Blakblakan Kisahnya selama Jadi Bintang Film Panas, Mulanya Ingin Muntah dan Ketakutan

Selain kapal beserta BBM oplosan polisi juga menangkap tiga orang tersangka bernama Edy Saputra (34), Lesmana Widodo (22) sebagai sopir truk tangki dan Karir Yaman alias Ayen sebagai pemilik gudang.

Polisi juga mengaku masih memburu dua pelaku lainnya diduga pemodal.

Berdasarkan hasil penyelidikan, BBM oplosan ini akan dikirim perusahaan industri di Pekanbaru, Riau.

Kepada polisi tersangka mengaku membeli minyak mentah dari Perlak, Aceh seharga Rp 5.200 per liter. Kemudian ia menjualnya seharga Rp 8.200 per liter.

Baca juga: Terekam CCTV Maling Motor Bawa Kabur 6 Sepeda Motor Sekaligus, Ini Kata Kanit Reskrim Polsek Percut

Dari menjual BBM jenis solar oplosan ini pelaku meraup keuntungan sebanyak Rp 830 juta.

Kombes Toni mengungkap, setelah minyak mentah dari Perlak Aceh itu dikelola, kemudian dicampur dengan BBM lain, salah satunya Pertalite.

"Misalnya mereka dapat 10 ton dicampur minyak mentah 10 ton, kadang-kadang ada 2 ton dicampur pertalite atau apa hasilnya 8-9 ton itulah yang dijual,"ucapnya.

Polisi menyebut pelaku juga diduga memalsukan dokumen seolah-olah mendapat orderan dari PT Pertamina untuk memuat BBM.

Atas perbuatan pelaku terancam kurungan penjara diatas lima tahun.

"Tindak pidana minyak dan gas (Migas) sebagaimana Pasal 54 UU No 22 tahun 2001 tentang Migas, Pasal 263 ayat dan Pasa 55 KUHP."


(cr25/ tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved