Breaking News:

Berita Sumut

Begini Penjelasan Kepala BKAD Fernando Samosir Soal Penanggulangan Inflasi di Kabupaten Toba

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba mengklaim telah melakukan berbagai upaya guna menanggulangi inflasi.

Tribun Medan/Maurits Pardosi
Bupati Toba Poltak Sitorus. 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba mengklaim telah melakukan berbagai upaya guna menanggulangi inflasi.

Setidaknya 5 OPD di lingkungan Pemkab Toba bertugas untuk menanggulangi inflasi di Kabupaten Toba.  

Baca juga: Jadi Narsum, Gubernur Edy Rahmayadi Beberkan Cara Kendalikan Inflasi ke Kepala Daerah Se-Indonesia

Kepala BKAD Toba, Fernando Samosir menjelaskan, pihaknya telah merekapitulasi aneka kegiatan dan upaya yang dilakukan terkait antisipasi dan penanggulangan inflasi di Toba. 

Dan seluruh hasil rekapitulasi kegiatan dan upaya tersebut sudah dilaporkan ke Pemprov Sumut.

"Kami sudah merekapnya semua dan serahkan ke propinsi," ujar Fernando, Senin (5/12/2022). 

"Untuk OPD-nya adalah Dinas Ketapang, Perindagkop, Perkim, Tarukim, dan Pertanian. Dan kami khusus melaporkannya," sambungnya.

Semua kegiatan dari masing-masing OPD Kabupaten Toba juga telah diserahkan pada tanggal 23 November 2022 yang lalu. 

"Hal itu sudah kita lakukan pada tanggal 23 November 2022. Dan data itu sudah kita komplain pada hari Kamis lalu, yang bulan Desember ini," ungkapnya. 

Tak hanya itu, sebelumnya Bupati Toba Poltak Sitorus memaparkan upaya pengendalian inflasi dan ketahanan pangan di Kabupaten Toba dihadapan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Ia menyampaikan, upaya yang dilakukan adalah program peningkatan Indeks Pertanaman (IP) 2.

“Untuk mengendalikan inflasi dan peningkatan ketahanan pangan, maka kami membuat tanam dua kali, panen dua kali,” ujar Bupati Toba Poltak Sitorus, Jumat (2/9/2022).

Selanjutnya, ia juga menguraikan sejumlah produk pertanian dari Toba.

Menurutnya, ada empat jenis produk Toba, antara lain padi, jagung, kopi dan hasil tenun.

“Pertama, padi. Ada 136 ribu ton hasil panen kami pada tahun 2021. Kedua, jagung yang menghasilkan 49 ribu ton pada tahun 2021. Selain itu ada juga kopi dan tenun,” terangnya.

Baca juga: Dinilai Berhasil Tekan Inflasi, Edy Rahmayadi Diundang Mendagri Jadi Narsum Seluruh Kepala Daerah

Toba ini mempunyai empat produk unggulan. Pertama, padi, ada 136 ribu ton hasil panen kami tahun 2021,” sambungnya.

Sementara itu, dalam Rapat Koordinasi engendalian Infasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Kabupaten Toba merupakan satu daerah dari 52 Pemda di Indonesia yang disebut belum sama sekali melakukan upaya pengendalian inflasi.

(cr3/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved