Breaking News:

Berita Nasional

Boido Simanjuntak Atlet Tinju Nasional dan MMA ini Terpaksa Jual Nenas Demi Membiayai Bertanding

Siapa sangka penjual nanas di Jalan Sudirman, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai ini merupakan atlet tinju nasional dan petarung MMA

TRIBUN-MEDAN.COM, TANJUNGBALAI - Siapa sangka penjual nanas di Jalan Sudirman, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai ini merupakan atlet tinju nasional dan petarung Mixed Martial Art(MMA).

Hanya mengenakan kaus serta bercelana pendek dengan sendal jepit, Boido Simanjuntak(38) tak tampak seperti petarung yang beberapa kali membawa nama Indonesia di kancah dunia.

Tangan yang cekatan memukul dan menangkis pukulan lawan ini, kini piawai mengiris dan memilah buah nanas yang di jajakannya dengan harga Rp 5 ribu perbuah.

Boido dikenal sebagai petinju bertangan dingin yang kerap menjuarai ajang tinju. Bahkan sepak terangnya di MMA juga tidak kalah menterengnya di tinju.

Di MMA, ia memiliki rekor 2 kali menang dan dua kali kalah. Namun, kemenangan pertamanya di raihnya dari petarung asal Timor Leste yang selesaikannya dengan KO(Knock Out).

Sementara di tinju, Boido sudah mengarungi banyak negara, seperti Kazakstan, Jepang, Timor Leste, dan masih banyak lagi.

Namun, karir menterengnya tersebut tak sebanding dengan yang didapatnya. Sponsor dan donatur yang menjadi harapan setiap atlet, kini belum dirasakan oleh Boido.

Meskipun begitu, Boido tak ingin serta merta menadahkan tangan dan tetap berupaya dengan berjualan Nanas untuk membiayai setiap keberangkatannya bertanding.

"Memang hobi jualan. Tapi, dari sinilah saya berangkat untuk bertanding. Karena saya tidak memiliki sponsor dan donatur tetap yang bersedia untuk memberangkatkan saya," kata Boido.

Ia juga mengakui, bahwa kualitas bertarungnya semakin lama akan memudar dikarenakan tidak terus diasah dan di latih dikarenakan sibuk berjualan.

"Memang terkadang sambil jualan, sambil berlatih. Tapi saya kadang malu, saya jap-jap, pasang samsak di lihatin orang. Jadi kadang waktu untuk berlatih itu kurang. Sedangkan saya memiliki beberapa pertandingan," katanya.

Petinju Profesional kelahiran Tebingtinggi, Sumatera Utara ini juga mengaku tak jarang dipalak oleh preman yang meminta uang lapak jualan miliknya.

Ia sempat mengaku geram dan ingin membalas perbuatan preman tersebut. Namun dikarenakan ia mengetahui bahwa Indonesia adalah negara hukum. Ia hanya menelepon ke Polisi dan meminta untuk diamankan.

"Terkadang ada juga ingin memukul. Tapi kita tidak seperti itu, Indonesia ini negara hukum, salah kita yang diangkat," katanya sambil tertawa.

Ia berharap, ada perhatian pemerintah dan donatur agar dirinya dapat berlatih kembali dengan fokus, sembari agar dapat membina bibit-bibit tinju di Kota Tanjungbalai.

"Karena dalam waktu dekat ini, saya akan ke Padang untuk membawa nama Kota Tanjungbalai bertanding tinju. Sembari dapat melatih anak-anak," pungkasnya.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved