Breaking News:

Berita Sumut

Ditpolairud Polda Sumut Amankan Kapal Pengangkut BBM Ilegal, Tiga Orang Ditangkap, 2 Lainnya Diburu

Ditpolairud Polda Sumut merilis penangkapan sebuah kapal bermuatan BBM Ilegal di dermaga Penumpang Bandar Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

Tribun Medan/Aprianto Tambunan
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Senin (5/12/2022) saat melihat kapal pengangkut BBM Ilegal yang diamankan Ditpolairud Polda Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Ditpolairud Polda Sumut merilis penangkapan sebuah kapal bermuatan BBM Ilegal di dermaga Penumpang Bandar Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Senin (5/12/2022). 

Adapun dalam penangkapan tersebut diamankan tiga orang pria, dengan identitas Edi Saputra (34) dan Lesmana Widodo (22) sebagai supir truk tangki pengangkut minyak, serta Karir Yaman (27) diduga sebagai penjual BBM ilegal tersebut. 

Baca juga: Baru Satu Orang Diamankan Terkait Ledakan Gudang BBM Ilegal di Hamparan Perak

Direktur Polairud Polda Sumut, Kombes Pol Toni Ariadi Efendi mengatakan, pengungkapan kasus ini pada November 2022 sekira pukul 16.00 WIB, bermula dari sebuah kapal bermuatan minyak ilegal bersandar di dermaga Bandar Deli.

Pada saat itu, Kapal SPOB Endo Budiarto Bersaudara 05 hendak mendistribusikan BBM ilegal tersebut ke Provinsi Riau hingga menimbulkan kecurigaan personil Kapal KP-PEDIDI 3015 milik Polairud. 

Personel Ditpolarairud kemudian melakukan penangkapan dengan mengamankan 234 ribu liter BBM ilegal dari dalam kapal serta dua mobil truk tangki minyak dengan muatan 34 ribu liter. 

"Pada beberapa hari lalu kita menangkap satu kapal yang akan mendistribusikan minyal ilegal ke Riau, saat itu personil curiga melihat aktivitas para pelaku, sehingga saat pengecekan ditemukan dua truk minyak serta 234 ribu liter BBM di dalam kapal tersebut yang tidak memiliki izin transportir laut serta dokumen surat jalan pengantaran minyak tersebut, " ucap Toni, Senin (5/12/2022). 

Toni mengatakan, berdasarkan pengakuan salah satu tersangka yang diamankan bernama Karir, bahwa minyak mentah yang didapatkan merupakan hasil membeli dari wilayah Perlak dengan harga Rp 5.200.

Sehingga minyak mentah tersebut dicampur dengan BBM jenis Pertalite yang dibeli melalui perusahaan yang melakukan kecurangan, yaitu dengan cara kencing. 

Ia juga menyebutkan minyak yang sudah mereka campur itu, rencananya akan didistribusikan ke perusahaan yang ada di Riau dengan cara jual beli Ilegal. 

"Pengakuan pelaku, bahwa minyak tersebut didistribusikan dari Perlak ke Langkat dan ke Belawan dan nantinya akan berakhir di Riau. Minyak tersebut sudah dioplos yang di mana minyak mentah dari Perlak dicampur dengan Pertalite yang dibeli dari perusahaan curang yang suka kencing, dan nantinya akan dijual secara ilegal ke perusahaan," tuturnya.

Toni mengatakan adapun barang bukti yang diamankan berupa satu unit kapal, dua truk tangki, satu pompa alkon, dan tiga drum tempat masuknya BBM ilegal. 

"Barang bukti saat ini kita tahan dan kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut," ucapnya.

Baca juga: 48 Ton BBM Ilegal Diamankan Sat Pol Air Polres Sibolga di Perairan Poncan, 6 Tersangka Ditangkap

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, dari penangkapan tersebut dua orang pelaku bernama Samsudin dan Zulkarnaen kini diburu dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus tindak pidana migas tersebut. 

Lanjutnya, akibat kasus tersebut, negara pun mengalami kerugian sebesar Rp. 2.197.600.000. Dan para pelaku terancam Pasal 263 ayat 1 dan pasal 55 KUHPidana. 

"Saat ini dua orang masih buron dalam kasus migas ini. Serta akibat ulah mereka negara mengalami kerugian yang sangat besar," pungkasnya. 

(cr29/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved