Brigadir J Ditembak Mati

Hakim Mulai Singgung TPPU di Sidang Ricky Rizal: Kok Rekening Bukan Nama Ferdy Sambo dan Putri?

Hakim Wahyu beranggapan seharusnya Ricky Rizal tahu kenapa Ferdy Sambo atau Putri Candrawathi membuka rekening atas nama orang lain untuk uang

Editor: Abdi Tumanggor
HO
Ricky Rizal 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso sempat menyinggung soal tindak pidana pencucian uang kepada Ricky Rizal Wibowo yang memberikan keterangan dalam kasus tewasnya Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Hal itu dikatakan Hakim Wahyu Iman Santoso, karena menganggap Ricky Rizal Wibowo sudah mencuri uang dalam rekening BNI milik Brigadir J.

“Saudara memindahkan itu apa bukan berarti mencuri, kan rekening atas nama siapa? Saudara tahu unsur formula dari pasal pencucian, tahu undang-undang pasal pencucian uang?” tanya Hakim Wahyu Iman Santoso dalam sidang lanjutan pembunuhan berencana Brigadir J dimana Ricky Rizal Wibowo menjadi saksi untuk terdakwa Richard Eliezer dan Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/12/2022).

“Tidak begitu paham yang mulia,” jawab Ricky Rizal.

Lebih lanjut, Hakim Wahyu pun bertanya kepada Ricky Rizal apakah dirinya benar-benar sebagai seorang polisi.

Hakim Wahyu Iman Santoso. (Tangkapan layar YouTube Kompas TV/Ninuk)
Hakim Wahyu Iman Santoso. (Tangkapan layar YouTube Kompas TV/Ninuk)

Sebab jika iya, Hakim Wahyu beranggapan seharusnya Ricky Rizal tahu kenapa Ferdy Sambo atau Putri Candrawathi membuka rekening atas nama orang lain untuk uang yang diklaim miliknya.

“Kenapa sih kok bukan pakai nama mereka, saudara ini kan polisi kan, simple kan,” kata Hakim Wahyu Iman Santoso.

“Rekening atas nama Yosua, rekening atas nama saudara ya, kalau sekarang gantian pertanyaannya bahwa itu duit siapa kan nggak penting. Siapa yang punya rekening itu lah merasa duitnya, kan begitu. Bener nggak,” tanya Hakim Wahyu Iman Santoso kepada Ricky Rizal.

Tak hanya itu, Hakim Wahyu Iman Santoso juga meminta Ricky Rizal Wibowo membayangkan jika dirinya berada di posisi Yosua atau Brigadir J.

Dimana dalam perkara ini bukan hanya menjadi korban pembunuhan, tapi juga korban pencurian.

“Kalau saudara dibalik, saudara yang dibunuh, terus uang saudara diambil, coba bayangkan,” ujar Hakim Wahyu Iman Santoso.

“Masih saudara disuruh ngambil duit seperti itu Rp200 juta, saudara pindahkan, alasannya itu kan uang operasional, tahu pemiliknya udah mati. Bener nggak? Saudara lakukan juga kan,” tambah Hakim Wahyu Iman Santoso.

(*/tribun-medan.com/kompas tv)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved