Berita Sumut

Level Gunung Sinabung Berstatus Waspada, Kini Aktivitasnya Cenderung Stabil

Sejak dinyatakan turun level dari siaga, saat ini status Gunung Sinabung yang ada di Kabupaten Karo masih berada di waspada atau level dua.

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Sejak dinyatakan turun level dari siaga atau level tiga, saat ini status Gunung Sinabung yang ada di Kabupaten Karo masih berada di waspada atau level dua.

Selama kurang lebih tujuh bulan terakhir, aktivitas gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini cenderung stabil. 

Baca juga: Sejumlah Titik Api Muncul di Lereng Gunung, PVMBG Sebut Tak Berkaitan dengan Aktivitas Sinabung

"Sejak turun level di bulan Mei lalu, aktivitas Gunung Sinabung relatif agak tenang," ujar Petugas Pengamat Gunung Sinabung, Armen Putra, saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, di Jalan Kiras Bangun, Kecamatan Simpangempat, Senin (5/12/2022). 

Namun, dijelaskan Armen sampai saat ini berdasarkan pemantauan yang dilakukan pihaknya masih melihat adanya aktivitas kegempaan dari dalam perut Gunung Sinabung

"Aktivitas lainnya seperti gempa-gempa hembusan, gempa vulkanik, dan gempa tektoniknya masih ada," Ucapnya. 

Diketahui, pada Minggu (4/12/2022) kemarin sekira pukul 02.46 WIB, Gunung Semeru yang ada di Provinsi Jawa Timur mengalami erupsi.

Dari peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Gunung Semeru memuntahkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 17 KM. 

Ketika ditanya perihal apakah tim pengamat dari Gunung Sinabung meningkatkan kewaspadaan akan terjadi hal serupa, Armen mengaku sampai saat ini mereka masih terus melakukan pengamatan aktivitas Gunung Sinabung.

Dirinya menjelaskan, untuk pengamatan yang terus dilakukan mulai dari melakukan monitoring aktivitas vulkanik seperti kegempaan. 

"Mengingat potensi erupsi masih terus ada, baik itu erupsi berupa abu maupun awan panas, kita tetap melakukan pengamatan dan pengawasan," ucapnya. 

Namun, hingga saat ini untuk pengamatan secara visual memang pihaknya sedikit terkendala karena puncak gunung yang sering tertutup kabut.

Terlebih, mengingat beberapa waktu terakhir kawasan Kabupaten Karo cukup sering diguyur hujan sehingga visual gunung diselimuti kabut. 

Baca juga: TIGA Tahun Level Siaga, Kini Sinabung Turun ke Level Waspada namun Potensi Erupsi Tetap Ada

Lebih lanjut, Armen kembali mengimbau kepada semua masyarakat agar tidak memasuki zona merah yang telah ditentukan.

Di mana, pihak Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah menentukan zona larangan masuk di radius 3 KM dari puncak. Serta 4,5 KM untuk sektor selatan-timur gunung.

(mns/tribun-medan.com) 

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved