Penampakan Desa Mati
PENAMPAKAN DESA MATI di Dusun Kajar Kuning Lumajang, Rumah Terkubur Disapu Awan Panas Semeru
Penampakan Desa Mati Dusun Kajar Kuning di Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, Lumajang menjadi wilayah terparah yang terdampak erupsi Gunung Semeru
TRIBUN-MEDAN.COM - Dusun Kajar Kuning di Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, Lumajang menjadi wilayah terparah yang terdampak erupsi Gunung Semeru.
Dusun tersebut seketika berubah menjadi seperti 'desa mati' setelah disapu material awan panas.
Tebalnya material vulkanik mengakibatkan bangunan dan rumah warga nyaris terkubur.
Beginilah kondisi Dusun Kajar Kuning pada Minggu (4/12) sore setelah disapu awan panas.
Rumah-rumah warga yang ditinggalkan penghuninya tak lagi terlihat utuh.
Sebagian bahkan dalam kondisi miring karena diterpa kuatnya guguran awan panas.
Kepulan uap tampak masih menyelimuti semua sisi Dusun Kajar Kuning.
Aroma belerang juga tercium sangat kuat hingga memekakkan hidung.
Hawa panas dari material erupsi masih terasa meski hujan sempat mengguyur wilayah tersebut.
Kondisi mengerikan ini seolah membuat Dusun Kajar Kuning tampak seperti 'desa mati'.
Bupati Lumajang Thoriqul Haq langsung terjun ke lokasi untuk melihat situasi pasca erupsi.
Sejumlah warga juga kembali ke rumahnya berharap masih ada hewan ternak yang bisa diselamatkan.
"Tadi saya melihat ternak saya masih hidup tapi tidak bisa diambil. Di bawah cekungan tanah air akibat awan panas masih panas sekali sehingga saya kembali," beber salah satu warga bernama Naning.
Namun, Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka meminta kepada warga agar tidak bertindak nekat.
"Kami menghimbau kepada warga agar mengutamakan keselamatan nyawa," beber Dewa.
Pihaknya telah memasang garis polisi di wilayah Desa Sumberwuluh karena dianggap berbahaya.
Menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, erupsi Gunung Semeru mengakibatkan 2.219 warga harus mengungsi
Pemerintah setempat telah menyediakan 12 titik pengungsian.
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban luka, hilang, atau meninggal akibat erupsi Semeru. (*)