Dampak Jalan Tol

Akademisi Wanti Wanti Pemko Tebingtinggi, Keberadaan Jalan Tol Bisa Jadi Bencana Ekonomi Pelaku UMKM

Akademisi wanti-wanti Pemko Tebingtinggi terkait dampak dari pembangunan jalan tol terhadap pelaku UMKM

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
HO
Jalan Tol Trans Sumatera 

TRIBUN-MEDAN.COM,TEBINGTINGGI- Pembangunan jalan tol trans Sumatera yang saat ini dikebut pemerintah di Kota Tebingtinggi dikhawatirkan akan membawa bencana ekonomi bagi pelaku UMKM.

Menurut Akademisi Pasca Sarjana Ekonomi Pembangunan Universitas Simalungun Dr Anggiat Sinurat, sebagai kota yang dilintasi proyek tol trans Sumatera, Pemko Tebingtinggi harus melakukan kebijakan untuk meminimalisir dampak negatif bagi masyarakat kecil.

Kata Anggiat, dengan adanya jalan tol Tebingtinggi - Indrapura, dan Kota Siantar, dikhawatirkan keberlangsungan pelaku Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) yang banyak mengantungkan hidup dengan berjualan di sepanjang jalan lintas Sumatera akan kehilangan penghasilan.

Baca juga: HK Uji Kompetensi dan Sertifikasi Pekerja Kontruksi Jalan Tol Sesi I Tebingtinggi-Indrapura

"Di sini perlu adanya peran pemerintah daerah. Pemerintah harus melihat pembangunan tol yang sebagai peluang untuk kemajuan Indonesia. Namun jangan lupa dampaknya bisa sangat terasa bagi pelaku UMKM seperti yang banyak ditemui di jalan jalan lintas Medan ke arah Kota Tebingtinggi," kata Anggiat kepada Tribun, Selasa (6/12/2022).

Anggiat melihat, pelaku pelaku UKMK di Tebingtinggi memiliki potensi ekonomi yang cukup baik.

Seperti adanya produk makanan lokal seperti dodol, lemang, dan makanan yang banyak ditemui di sana.

Dia pun lantas mengusulkan agar Pemko Tebingtinggi melakukan lobby ke pihak jalan tol supaya menyediakan tempat berjualan bagi pelaku UMKM yang terdampak.

Baca juga: TERNYATA Jalan Tol Siantar-Parapat Belum Dikerjakan, Bisa Tak Jadi Kalau Ganti Rezim

"Pemerintah harus melihat sebagai kota transit nantinya dengan adanya tol pasti terpengaruh. Sekarang bagaimana kemampuan Pemerintah Tebingtinggi, karena di sana ada res area jadi bagaimana tinggal mengemas agar orang mau singgah di sana," ujar dia.

"Di sini harus ada peran Pemerintah, harus membuat tempat baru seperti di res area. Jadi yang dimana yang terdampak di berikan tempat yang baru," tuturnya.

Kendati demikian, Anggiat menilai pembangunan ruas tol trans Sumatera berdampak positif untuk mendukung konektivitas kawasan industri dan pengembangan pariwisata Danau Toba.

Katanya, tol membuat pusat pusat industri dengan kota kota penting di Sumut semakin muda diakses.

Baca juga: Pengembangan Jalan Tol di Sumut Dinilai Beri Dampak Positif bagi Kesejahteraan Perekonomian

Contohnya jalur tol Medan menuju kawasan industri khusus Sei Mangkei yang mempunyai pelabuhan Internasional.

"Konektifitas dan arus barang dari kota penting seperti Medan ke kawasan industri Kuala Tanjung Indra Pura, Kuala Namun Medan lebih cepat. Kawasan andalan pelabuhan akan memperlancar arus barang. Termasuk industri industri dari Simalungun, Batu bara Medan dan sekitarnya," katanya.

Selain itu pembangunan destinasi wisata Danau Toba juga akan semakin muda di akses.

Meski begitu Anggiat berharap, agar proyek strategis nasional ini tidak mematikan usah kecil masyarakat.

"Kalau melihat dari program nasional ini tentu baik, ada konektivitas ke lokasi industri, pelabuhan Internasional di Kuala Tanjung dan Danau Toba. Namun kita juga berharap ini tidak membuat usah kecil oleh masyarakat jadi mati dan tidak berkembang," tutupnya.(cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved