Breaking News:

Brigadir J Ditembak Mati

Arif Rachman Menahan Tangis di Depan Hakim, Jadi Terdakwa dan Dipecat Polri karena Kasus Sambo

Arif Rachman Arifin merupakan mantan Wakil Kepala Detasemen (Wakaden) B pada Biro Pengamanan Internal (Paminal) Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam)

Editor: Abdi Tumanggor
kompas tv
Arif Rachman Arifin merupakan mantan Wakil Kepala Detasemen (Wakaden) B pada Biro Pengamanan Internal (Paminal) Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. 

TRIBUN-MEDAN.COMArif Rachman Arifin tak bisa menutupi kesedihannya ketika hakim menanyakan perasaanya terkait kasus pembunuhan Brigadir Yosua yang menyeret dirinya menjadi terdakwa.

Hal itu diungkap Arif saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan pemeriksaan saksi kasus pembunuhan Yosua di PN Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022).

Arif merasa sedih saat menceritakan nasibnya usai dipecat secara tidak hormat dari keanggotaan kepoliisan.

"Apa hukuman saudara?" Tanya hakim.

"Di PTDH Yang Mulia." Jawab Arif.

"Di PTDH dan saat ini saudara dijadikan terdakwa dalam perkara ini," balas hakim yang diikuti anggukan Arif menyetujui.

Hakim pun bertanya perasaan Arif.

"Sedih Yang Mulia, saya hanya bekerja Yang Mulia." Jawab Arif sambil terisak.

Arif Rachman Arifin merupakan mantan Wakil Kepala Detasemen (Wakaden) B pada Biro Pengamanan Internal (Paminal) Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Ia mengungkapkan kekecewaannya lantaran terlibat kasus obstruction of justice atau perintangan proses penyidikan terkait pengusutan perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Hal itu disampaikan Arif saat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Kekecewaan itu ia ungkapkan ketika Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso mengulik peran Arif menjalankan perintah Ferdy Sambo dalam perkara tersebut hingga membuatnya mendapatkan sanksi etik dan ditahan di tempat khusus (Patsus) oleh Polri.

"Kapan Saudara dipatsus?" tanya Hakim Wahyu dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022).

"Tanggal 8 Agustsus," jawab Arif.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved