Breaking News:

Brigadir J Ditembak Mati

Hanya untuk Menjawab Tiga Pertanyaan Keluarga Brigadir J, Hendra Kurniawan Naik Jet Pribadi ke Jambi

Hendra mengatakan, pernyataan itu diucapkan Ferdy Sambo ketika berada di rumah Jalan Saguling, Jakarta Selatan pada Minggu 10 Juli 2022

Editor: Abdi Tumanggor
HO
Terdakwa obstruction of justice Hendra Kurniawan ungkap alasan naik jet pribadi ke Jambi untuk bertemu keluarga Brigadir J. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Terdakwa perintangan penyidikan atau obstruction of justice kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Hendra Kurniawan, mengatakan dirinya diperintah Ferdy Sambo untuk menemui keluarga Brigadir J di Jambi untuk menjawab tiga pertanyaan.

Hal itu ia sampaikan dalam kesaksian di persidangan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022).

"Kata Pak Ferdy Sambo, 'oh iya, kalau gitu ini ada update dari Jambi'. Update-nya itu ada tiga yang ditanyakan, yang pertama masalah kronologi kejadian, kemudian masalah pemakaman, yang ketiga masalah mutasi adiknya almarhum untuk dimutasi ke Jambi," jelas Hendra dipantau dari Breaking News Kompas TV.

Hendra mengatakan, pernyataan itu diucapkan Ferdy Sambo ketika berada di rumah Jalan Saguling, Jakarta Selatan pada Minggu 10 Juli 2022 atau dua hari setelah peristiwa penembakan Brigadir J.

"Kalau bisa bro (Hendra) berangkat sekarang deh untuk menjelaskan semuanya," kata Hendra menirukan ucapan mantan Kadiv Propam Polri itu.

"Berangkat besok aja selesai pemakaman," lanjut dia. 

Keesokan harinya, Senin 11 Juli 2022, Hendra melaporkan kepada Ferdy Sambo bahwa tiket pesawat untuk penerbangan sore hari sudah penuh. Ia pun mengaku mencoba mencari informasi terkait jet pribadi atau private jet.

"Ini tiket tidak ada Bang, mungkin coba saya cari private jet," jelas Hendra.

"Ya sudah, coba saja," jawab Sambo yang ditirukan oleh Hendra.

Ia juga mengatakan bahwa Sambo menyuruhnya untuk segera menemui keluarga Brigadir J hari itu juga.

"Senin (waktu) dipanggil Ferdy Sambo saya laporkan, karena kalau berangkat menunggu. Kalau besoknya lagi, beliau (bilang) 'jangan besok, harus sekarang'," terangnya.

Ia mengaku berangkat sekitar pukul 14.30 WIB dari Jakarta dan tiba di Jambi pukul 17.00 pada hari Senin.

"Nyampe (sesampainya) di sana, kami koordinasi dengan pengantar jenazah yang berangkat pada Sabtu pagi," jelas Hendra.

Ia mengatakan, dirinya menempuh perjalanan selama dua jam menuju kediaman keluarga Brigadir J di Jambi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved