Breaking News:

Isu Kerawanan Pangan

Isu Kerawanan Pangan, Aksata Pangan Berkontribusi Menggandeng Pemerintah dan Organisasi

Isu kerawanan pangan dan juga kemubaziran serta susut pangan membuat Aksata Pangan turut andil dalam menstabil pangan, Selasa (6/12/2022).

Isu Kerawanan Pangan, Aksata Pangan Berkontribusi Menggandeng Pemerintah dan Organisasi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Isu kerawanan pangan (food insecurity) dan juga kemubaziran serta susut pangan (food loss and waste) membuat Aksata Pangan turut andil dalam menstabilkan pangan.

Yayasan Aksata Pangan Indonesia adalah organisasi yang bergerak sebagai Food Bank atau Bank Makanan yang mengumpulkan, menyimpan, dan mendistribusikan makanan berlebih dari berbagai sumber.

Aksata Pangan telah resmi menjadi anggota global bersertifikat dari Global Foodbanking Network (GFN) di Chicago, Amerika Serikat.

Yayasan Aksata melaksanakan  acara Food Bank Talk di Medan, yang berlangsung di komplek Center Point Mall, Selasa (6/12/2022).

Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh U.S Consul for Sumatera, Gordon S. Church, Board of Director Aksata Pangan, Zaid Perdana Nasution dan perwakilan dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

CEO Aksata Pangan, Siti Suci Larasati mengatakan bahwa GFN bekerja untuk mendukung Food Bank di lebih dari lima puluh negara dan telah membantu bank makanan di sepuluh negara lainnya melalui pendanaan, pelatihan, dan pembelajaran.

"Selain itu Aksata Pangan juga tergabung dalam Gotong Royong Atasi Susut & Limbah Pangan (GRASP) 2030 sebagai komitmen kerjasama secara sukarela untuk mengatasi Food Loss and Waste (FLW) di Indonesia sebagai Associates Signatories," ujarnya.

Tahun 2022, Aksata Pangan merupakan salah satu penerima grants dari Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Seeds for the Future yang di sponsori oleh The U.S. Department States, U.S. Mission to ASEAN, dan Cultural Vistas.

Hampir 5 tahun beroperasi, Aksata Pangan sudah bekerja sama dengan perusahaan makanan seperti Nestle Indonesia, Nutrifood, Sunpride, distributor, retail, hotel, katering dan F&B dalam menyelamatkan surplus produk.

Menyalurkan makanan secara rutin ke puluhan ribu masyarakat di 16 kecamatan Kota Medan dan juga melalui 24 mitra garda terdepan biasa disebut Frontline Organization (FLO) yang terdiri dari panti asuhan, yayasan dan komunitas.

Masih dikatakan Siti, untuk pengembangan operasi Food Bank, Aksata Pangan menginisiasi Food Bank Talk dengan tema 'Fighting food insecurity and tackling surplus unsold bread in Medan'.

"Tujuannya adalah untuk membantu menginformasikan jumlah makanan berlebih yang dihasilkan dari toko roti, perhotelan, pesta pernikahan dan lainnya di Kota Medan di 11 bulan terakhir dalam program Food Heroes," ungkapnya.

Selain itu, kata Larasati acara ini bertujuan untuk mendorong kesadaran terhadap pemahaman isu Food Loss and Waste (FLW), peningkatan kerja sama dengan donatur dan penerima manfaat, serta sebagai tolak ukur penilaian yang berkembang atas kinerja Food Bank dari waktu ke waktu dengan dibantu oleh publikasi rekan-rekan media.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved