Materi Belajar

Materi Belajar: Ciri-ciri Cyanobacteria, Cara Hidup dan Habitat Cyanobacteria

Ciri-ciri bakteri cyanobacteria (bakteri biru-hijau), cara hidup dan habitatnya menjadi bahan bahasan pokok mata pelajaran biologi berikut ini.

Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Royandi Hutasoit
Ho / Tribun
Ciri-ciri Cyanobacteria, Cara Hidup dan Habitat Cyanobacteria 

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN - Ciri-ciri bakteri cyanobacteria (bakteri biru-hijau), cara hidup dan habitatnya menjadi bahan bahasan pokok mata pelajaran biologi yang akan diuraikan secara lengkap pada materi berikut ini.

Cyanobacteria disebut juga Cyanophyta, disebut cyanobacteria (cyanobacteria) atau ganggang biru dalam bahasa Indonesia, adalah bakteri yang mampu melakukan fotosintesis, dan beberapa memiliki tubuh seperti benang seperti alga.

Namun, cyanobacteria bukanlah gangga sejati karena mereka adalah prokariota, sedangkan alga memiliki sel eukariotik. Cyanobacteria adalah anggota Eubacteria.

Ciri-ciri cyanobacteria

Berikut adalah beberapa ciri-ciri bakteri cyanobacteria, antara lain:

  1. Uniseluler (sel tunggal).
  2. Tubuh bakteri ini berbentuk filamen atau berserabut (multiseluler) dan berbentuk bulat (soliter) dan berkoloni (uniseluler).
  3. Ukuran tubuh 1 sampai 60 pikometer, sehingga mudah diamati di bawah mikroskop.
  4. Dinding sel mengandung peptidoglikan.
  5. Membran sel bersifat selektif permeabel.
  6. Lapisan lendir yang menutupi dinding sel, dan lain-lain.

Cara hidup cyanobacteria

Bakteri Cyanobacteria hidup bersimbiosis dengan organisme lain tetapi hidup bebas. Hal ini terjadi karena cyanobacteria merupakan organisme fotoautotrof yang dapat membuat makanannya sendiri (fotosintesis) dengan menggunakan karbon dioksida, amonia, nitrit, nitrat, dan ion organik (fosfat).

Perlu dicatat bahwa cyanobacteria mirip dengan alga dengan klorofil a, yang berfungsi sebagai sumber elektron dan mereduksi karbondioksida menjadi karbohidrat.

Habitat Cyanobacteria

Seperti disebutkan diatas, bakteri cyanobacteria hidup bebas dan hidup di berbagai habitat: air asin, air tawar, sawah, rawa, kolam, dan tanah. Populasi cyanobacteria akan tumbuh subur (berbunga) dengan cepat pada waktu-waktu tertentu ketika lingkungannya kaya nutrisi.

Blooming cyanobacteria terjadi pada air yang mengandung limbah industri atau pertanian yang mengandung nitrogen / fosfat tingkat tinggi.

Populasi cyanobacteria yang melimpah juga dapat memberikan warna tertentu pada habitatnya, seperti Oscillatoria rubescens, cyanobacteria dengan pigmen merah yang memberinya warna merah di Laut Merah Timur Tengah.

Anabaena azollae, yang hidup berdampingan dengan Azolla pinnata, pakis air, muncul sebagai tanaman hijau di sawah. Anabaena azollae dapat mengikat nitrogen, sehingga membantu menyuburkan tanah.

Beberapa jenis cyanobacteria, seperti Nostoc, dapat hidup berdampingan dengan jamur membentuk lumut kerak, yang dapat hidup di tempat yang tidak dapat ditempati oleh organisme lain, seperti dinding/batu, sehingga memungkinkan mereka untuk bertindak sebagai organisme perintis (pioner).

Dalam hubungan simbiosis ini, cyanobacteria menyediakan makanan bagi jamur dalam bentuk senyawa organik, dan jamur menyediakan lingkungan, kelembaban, dan perlindungan bagi cyanobacteria.

(cr30/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved