Polres Tapsel

Pelaku Curas di Paluta Aniaya Korban Hingga Muntah Darah

Terus, saya ke Puskesmas bersama saudara. Sampai di puskesmas saya muntah darah. Terus, saya dirujuk dan mendapat perawatan di Rumah Sakit

Editor: Sofyan akbar
Istimewa
Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni saat memaparkan kasus curas yang tegas memukuli korbannya sampai muntah darah. Polres Tapsel akhirnya bisa menangkap pelaku setelah kejadian nahas ini terjadi di bulan Mei 2022 silam, Selasa (6/12/2022) 

Pelaku Curas  di Paluta Aniaya Korban Hingga Muntah Darah

TRIBUN-MEDAN.com, PALUTA - Warga Desa Daihan Natolu, Kecamatan Dolok, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) mendadak heboh karena perbuatan para pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas). Kehebohan ini terjadi pada Senin (16/5/2022) silam.

Betapa tidak, kala itu, para pelaku tega menghajar korban yang berprofesi sebagai Pedagang emas tersebut hingga babak belur. Pedagang emas yang sempat dapat perawatan di RSUD Aek Huaraya juga mengalami muntah darah.

Saat konfrensi pers yang dilakukan di Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), Pemberian Hasibuan (korban) menceritakan sebelum kejadian, ia berangkat ke Pekan Jonjong di Desa Parigi, Kecamatan Dolok, Kabupaten Paluta dengan mengenderai sepeda motor BB 5557 JA.

Sekira pukul 13.00 WIB, korban hendak pulang ke Lingkungan I, Kelurahan Pasar Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Paluta. Korban pulang dengan membawa emas seberat 900 Gram.

"Persis di perbatasan antara Desa Dalihan Natolu dan Pijorkoling, Kecamatan Dolok, muncul dua pria asing menggunakan sepeda motor langsung memukuli korban bertubi-tubi memakai kayu bulat. Yang dibonceng (pelaku) memakai baju warna kuning corak petak-petak. Setelah mendapat pukulan gak tau saya lagi keadaan sekitar. Terus, saya gak sadar lagi," paparnya dihadapan Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni dan para wartawan, Selasa (6/12/2022).

Karena mendapat penganiayaan, korban yang bersimbah darah terhempas ke dalam jurang hingga akhirnya ia memperoleh pertolongan dari saudaranya yang kebetulan melintas.

"Terus, saya ke Puskesmas bersama saudara. Sampai di puskesmas saya muntah darah. Terus, saya dirujuk dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Aek Huaraya. Saya kira, saya sudah mati," katanya.

Ucapan Terima Kasih Korban

Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni dan jajaran. Kemudian, ia juga ucapkan terimakasih ke Polsek Dolok, karena kasus tersebut akhirnya terungkap dan para pelakunya kini tertangkap.

Selain Emas, para pelaku Curat juga menggasak uang korban. "Selain menggasak emas 900 Gram, para pelaku juga menggondol uang tunai milik korban sebanyak Rp 10 juta yang ada di dalam ransel warna hitam," kata AKBP Imam Zamroni.

(akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved