Breaking News:

Berita Sumut

Belum Dioperasikan Sejak Dibangun, Disdik Karo Berencana Aktifkan SDN 040475 Tiga Serangkai

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Anderiasta Tarigan mengaku SDN 040475 Tiga Serangkai direncanakan diaktifkan pada tahun depan.

Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Seorang warga melintas di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, di Jalan Veteran, Kabanjahe, beberapa waktu lalu. Dinas Pendidikan Kabupaten Karo berencana akan mengaktifkan pembelajaran di SDN 040475 Tiga Serangkai yang sempat terbengkalai pada Januari mendatang. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Sekolah Dasar Negeri 040475 Tiga Serangkai di Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpangempat, sempat bermasalah.

Pasalnya, sekolah yang dibangun pada tahun 2020 lalu, hingga saat ini tak kunjung dipergunakan.

Baca juga: Sejak Turun ke Level Waspada, Kini Aktivitas Gunung Sinabung Cenderung Stabil

Diketahui, sekolah tersebut awalnya dibangun untuk memenuhi fasilitas sekolah bagi anak-anak korban erupsi Gunung Sinabung, karena kondisi SDN Tiga Serangkai yang rusak, membuat para siswa menumpang di berbagai sekolah.

Ketika ditanya perihal sekolah tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Anderiasta Tarigan mengaku pihaknya sudah melakukan pembahasan.

Dirinya mengatakan, direncanakan sekolah tersebut akan diaktifkan untuk menampung siswa pada tahun depan.

"Sudah kita bahas, kita rencanakan pembelajaran akan dimulai tahun depan di semester ganjil, mungkin Januari nanti sudah bisa berjalan pembelajaran," ujar Anderiasta, saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Rabu (7/12/2022).

Dijelaskan Anderiasta, belum lama ini pihaknya sudah membahas mengenai persiapan pengaktifan sekolah tersebut dengan beberapa pihak.

Tak hanya dari internal mereka, pihak lain seperti orangtua siswa, pihak desa, hingga kecamatan juga sudah diikutsertakan untuk persiapan ini.

"Sudah kita bahas sama orangtua siswa juga, ada juga yang sebagian setuju anaknya dipindah ke sana. Kita lihat dari semua siswa yang sudah sekolah seperti di Surbakti, ada sekitar 45 orang yang mau pindah," ucapnya.

Ketika ditanya bagaimana status bagi siswa yang tidak ingin pindah, ia mengaku tidak masalah.

Namun, pihaknya secara perlahan tetap akan melakukan pemindahan mengenai status akademik semua siswa ini ke sekolah yang baru.

Sebagai informasi, sekolah tersebut dibangun atas permintaan dari masyarakat korban erupsi Gunung Sinabung karena banyaknya anak yang harus bersekolah jauh dari tempat tinggalnya.

Akhirnya, salah satu warga di Desa Kuta Tengah menghibahkan tanahnya kurang lebih 6.100 meter kepada Pemkab Karo untuk dibangun sekolah.

Baca juga: KPUD Karo Gelar Ujian CAT Seleksi PPK Selama 2 Hari, Peserta Dihadapkan 75 Soal Pilihan Berganda

Namun, sejak dilakukan pembangunan sekolah tersebut tak kunjung diaktifkan proses aktivitas belajar di sana.

Melihat hal ini, kelompok masyarakat sempat melakukan aksi untuk menuntut Pemkab Karo dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk mengaktifkan sekolah tersebut.

(mns/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved