Breaking News:

Berita Sumut

Hingga November 2022, PT Pegadaian Kanwil I Medan Raup Omzet Sebesar Rp 11,4 Triliun

PT Pegadaian Kanwil I Medan optimis realiasasi Out Standing Loan (OSL) hingga akhir tahun 2022 akan terus bertumbuh.

Penulis: Diana Aulia | Editor: mustaqim indra jaya
Tribun Medan/Diana Aulia
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil I Medan, Arief Rinardi Sunardi (tengah) ketika diwawancara pada Selasa (6/12/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) I Medan meliputi dua provinsi di Pulau Sumatera, yakni Sumatera Utara dan Aceh, hingga Desember 2022 telah memiliki 50 kantor cabang dan 282 outlet (unit) yang siap melayani kebutuhan permodalan usaha bagi UMKM, pelaku usaha, hingga masyarakat.

Sejak holding dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), mendukung perluasan layanan PT Pegadaian hingga ke pelosok tanah air melalui Co-Location.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Ini Persiapan PT Pegadaian Layani Kebutuhan Finansial Masyarakat

"Untuk di Kanwil I Medan, sinergi Co-Location antara BRI, Pegadaian dan PNM, telah dibuka sebanyak 50 unit Co-Location yang tersebar di wilayah Rantauprapat, Pulau Nias dan Kota Medan," ungkap Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil I Medan, Arief Rinardi Sunardi, Selasa (6/12/2022)

Menurutnya, perluasan Co-Location telah mendorong pertumbuhan Out Standing Loan (OSL) atau saldo uang pinjaman yang disalurkan Pegadaian.

"Dalam tiga tahun terakhir ini, kinerja OSL pada seluruh produk yang dimiliki Pegadaian untuk Kanwil I Medan tercatat bertumbuh. Pada Desember 2021, OSL dibukukan senilai Rp 3,6 triliun lebih, dan realiasasi OSL hingga Oktober 2022 tercatat Rp 4 triliun lebih," jelas Arief.

PT Pegadaian Kanwil I Medan optimis realiasasi OSL hingga akhir tahun 2022 akan terus bertumbuh.

Arif Sunardi mengungkapkan omset yang dicapai PT Pegadaian Kanwil I Medan hingga November 2022 mencapai Rp 11,4 triliun. 

"Kontribusi produk-produk Pegadaian cukup tinggi yang mendorong pertumbuhan omset Pegadaian Medan di kisaran 400 miliar rupiah dengan jumlah nasabah sebanyak 455 ribu sepanjang tahun 2022," ucap Arief Rinardi Sunardi.

Arief optimis di tengah persaingan industri keuangan dan non keuangan di era digitalisasi, Pegadaian masih menyakini akan mampu meraup nasabah sebanyak mungkin.

"Peluang untuk meraih nasabah masih terbuka lebar bagi Pegadaian, mengingat masih tingginya loyalitas dan kesetiaan masyarakat memanfaatkan layanan Pegadaian yang hadir sejak tahun 1901 di Indonesia," ujar Arief.

Kendati demikian, Arief juga mengakui, masih ada juga nasabah yang belum mengenal produk-produk Pegadaian khususnya bagi generasi milenial, sehingga menjadi tantangan bagi Pegadaian untuk terus berinovasi dan bertranformasi merambah era digitalisasi.

"Dan, transaksi Pegadaian sudah dapat dilakukan secara online (digital) melalui aplikasi Pegadaian Digital Service atau PDS melalui Android dan IOS," sebutnya.

Ia menerangkan, pola pikir masyarakat mengenal Pegadaian masih pada konteks butuh uang, bawa barang dan gadai.

"Pola pikir itu yang masih tertanam pada masyarakat bicara soal Pegadaian. Padahal, Pegadaian memiliki 21 produk mulai dari produk gadai dan produk non gadai," cetusnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved