Setoran Tambang Ilegal

Ismail Bolong Resmi Tersangka dan Ditahan di Bareskrim Soal Tambang Ilegal, Komjen Agus Tak Respons

Ismail Bolong telah ditetapkan sebagai tersangka tambang ilegal di Kalimantan Timur. Hal ini diungkapkan langsung oleh Pengacara Ismail Bolong

TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Pengakuan Ismail Bolong terkait bisnis tambang ilegal miliknya hingga terkait dengan petinggi Polri. Berikut fakta-fakta pengakuan Ismail Bolong yang viral di media sosial. 

TRIBUN-MEDAN.com - Ismail Bolong telah ditetapkan sebagai tersangka tambang ilegal di Kalimantan Timur. Hal ini diungkapkan langsung oleh Pengacara Ismail Bolong, Johannes L Tobing, Rabu (7/12/2022). 

Ismail Bolong mengungkapkan kliennya ditetapkan menjadi tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri.

Ismail Bolong juga langsung ditahan usai pemeriksaan yang berlangsung kemarin.

"Jadi memang sudah resmi jadi tersangka dan sudah ditahan," ujar Johannes saat ditemui di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022).

Johannes menjelaskan, Ismail Bolong selesai diperiksa sekitar pukul 01.45 WIB dini hari tadi.

Dia turut memaparkan pasal-pasal yang disangkakan kepada Ismail Bolong.

"Terkait perkara yang dipersangkakan ada 3 pasal terhadap klien kami Pak IB. Pasal yang 158, (Pasal) 159, (Pasal) 161 mengenai tambang ilegal, perizinan, dan distribusi sebagainya," tuturnya.

Baca juga: HEBOH Akta Cerai, Syahrini Pamer Kemesraan dengan Reino Barack

Baca juga: WC Duduk yang Bikin Heboh DPRD Deli Serdang Akhirnya Dipasangi Sekat Kaca

Sementara itu, Dirtipidter Bareskrim Brigjen Pipit Rismanto maupun Kabareskrim Komjen Agus Andrianto tidak kunjung merespons pesan wartawan terkait penetapan tersangka Ismail Bolong.

Untuk diketahui, Ismail Bolong sempat menjadi sorotan dan videonya sempat viral di media sosial.

Dalam videonya, Ismail mengeklaim merupakan anggota kepolisian di wilayah hukum Polda Kaltim itu menyatakan dirinya bekerja sebagai pengepul batu bara dari konsesi tanpa izin.

Ismail juga mengaku menyetorkan uang Rp 6 miliar ke Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

Kegiatan ilegal itu disebut berada di daerah Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim yang masuk wilayah hukum Polres Bontang, sejak bulan Juli tahun 2020 sampai November 2021.

Akan tetapi, Ismail telah menarik pengakuannya dengan membuat video klarifikasi bahwa ada perwira tinggi Polri yang menekannya untuk membuat video terkait pengakuan pemberian uang terhadap Komjen Agus Andrianto.

Dalam video klarifikasinya, Ismail mengaku tidak pernah memberikan uang apa pun ke Kabareskrim. Ia juga mengaku video testimoni dirinya soal adanya setoran uang ke Kabareskrim dibuat atas tekanan dari Brigjen Hendra Kurniawan yang saat itu menjabat Karo Paminal Propam Polri, pada Februari 2022.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved