Breaking News:

Kebakaran

Kebakaran Pabrik Sarung Tangan di Patumbak, Warga Sekitar Sempat Panik dan Mengungsi

Kebakaran hebat pabrik sarung tangan PT Universal Gloves pada Selasa malam sekitar pukul 23.45 WIB, di Jalan Pertahanan Patumbak buat wara panik.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: mustaqim indra jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kebakaran hebat yang melanda pabrik sarung tangan atau PT Universal Gloves pada Selasa (6/12/2022) malam sekitar pukul 23.45 WIB, di Jalan Pertahanan Patumbak membuat panik warga sekitar.

Puluhan warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi gudang terbakar sempat mengungsi.

Baca juga: PABRIK SARUNG TANGAN PT Universal Gloves Kebakaran, Api Berkobar Bikin Warga Panik

Mereka juga sempat menyelamatkan barang-barang berharganya menjauhi rumah yang berdekatan langsung.

Salah satu warga, Zubaidah mengaku kaget bukan kepalang ketika keluar dari pintu rumah melihat api merah menyala tepat dihadapannya.

Posisi pabrik atau gudang yang terbakar tepat berada di depan rumahnya.

Saat kejadian dirinya sedang berada di dalam kamar. Namun saat itu ia dipanggil anaknya dari luar agar segera meninggalkan rumah secepatnya.

"Muka saya ini macam muka yang terbakar menghadapi api itu. Memang api yang kita hadapi, ya memang panas makanya saya gak tahan, lari keatas," kata Zubaida, Rabu (7/12/2022).

Pantauan di lokasi, lokasi gudang PT Universal Gloves memang sangat berdekatan dengan pemukiman warga.

Bahkan ada sejumlah rumah yang jaraknya kurang lebih cuma 20 meter dari lokasi yang berbatasan dengan tembok pabrik.

Warga merasa api begitu dekat hingga akhirnya lari menyelamatkan diri karena takut api menjalar.

Zubaidah menjelaskan tak ada mendengar suara ledakan. Namun ia mendengar dan melihat material bangunan yang terbuat dari seng berjatuhan.

Sementara api terus membumbung tinggi ke langit disertai asap hitam pekat.

Dirinya bersama warga lainnya baru berani masuk ke rumahnya masing-masing setelah api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB.

Warga menyebut lokasi gudang yang terbakar menyimpan sejumlah barang seperti karton dan karet karena mereka mencium asap berbau karet terbakar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved