Video Hendra Kurniawan Bersikap Arogan

KELUARGA BRIGADIR J Punya Video Hendra Kurniawan Bersikap Arogan, Bentak dan Perintahkan Tutup Pintu

Pernyataan Agus Nur Patria yang menyebut Hendra Kurniawan bersikap sopan saat tiba di rumah Brigadir J di Jambi dibantah keluarga mendiang.

Editor: M.Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.COM - Pernyataan Agus Nur Patria yang menyebut Hendra Kurniawan bersikap sopan saat tiba di rumah Brigadir J di Jambi dibantah keluarga mendiang.

Keluarga Brigadir J mengaku memiliki bukti video yang menunjukkan bagaimana Hendra Kurniawan dan rombongan bersikap tak sopan saat tiba di kediamannya.

Jenderal bintang satu itu masuk ke rumah orang tua Brigadir J didampingi perwira menengah.

Saat berbicara dengan Samuel di dalam satu ruangan, tak kurang dari 7 orang anggota Polri berjaga di pintu ruangan.

Keluarga mengatakan Hendra Kurniawan dan rombongannya mendatangi kediaman keluarga Yosua dengan tidak sopan.

Rohani Simanjuntak, bibi Yosua mengatakan, Hendra dan rombongannya datang seusai pemakaman jenazah keponakannya.

Hendra dan rombongan disebutnya tiba-tiba masuk dengan masih mengenakan sepatu.

Ia lalu meminta bawahannya untuk menutup gordyn dan pintu. 

“Mereka waktu datang sehabis pemakaman almarhum, hari Senin itu, mereka datang secara gerombolan ke rumah, kalau tidak salah selewat Magrib,” kata dia dalam dialog Kompas Petang Kompas.TV, Selasa (6/12/2022).

“Mereka banyak yang datang ke rumah, terus tiba-tiba masuk secara tidak hormat ke rumah, pakai sepatu, gordyn sama pintu ditutup.” ujarnya.

Rombongan tersebut juga melarang orang lain yang bukan keluarga inti Yosua berada di dalam rumah.

“Selain keluarga inti tidak boleh ada dalam ruangan, sementara kan kami keluarga inti juga termasuk, tapi kita tidak diperbolehkan.” tambahnya.

Mereka juga melarang orang-orang yang ada di rumah itu untuk mengambil gambar, merekam video, maupun melakukan siaran langsung di media sosial.

“Setelah itu, ditutup gordyn, orang itu menunjuk-nunjuk kami, ‘Jangan ada yang ambil video, jangan ada yang merekam, jangan ada yang live,’ katanya.” ujar Rohani.

Lantaran ada kejanggalan, Rohani lantas berinisiatif mengambil video dengan cara sembunyi-sembunyi.

Rohani kala itu berharap video yang dimilikinya bisa dijadikan bukti dalam kasus kematian keponakannya. (*)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved