Berita Sumut

PN Tebingtinggi Vonis Terdakwa Pencabulan Putri Almarhum Anggota Polisi Hukuman Penjara 20 Tahun

Pengadilan Negeri Tebingtinggi memberikan vonis hukuman penjara selama 20 tahun terhadap EAP, pelaku pencabulan terhadap putri almarhum anggota Polri

Penulis: Alija Magribi | Editor: mustaqim indra jaya
iStockphoto
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, TEBINGTINGGI - Pengadilan Negeri Tebingtinggi memberikan vonis hukuman penjara selama 20 tahun terhadap EAP, pelaku pencabulan terhadap putri almarhum seorang anggota Polri.

EAP dinilai bersalah melakukan tindak pidana pencabulan sebagaimana dakwaan penuntut umum.

Baca juga: Tampang Guru Olahraga Pelaku Pelecehan Belasan Siswi SMP Negeri di Medan, Dikenakan Pasal Berlapis 

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi, Hisar A Silaban membenarkan vonis tersebut telah dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Tebingtinggi.

“Iya, sudah diputus perkaranya 20 tahun ya, bang,” kelas Hisar, Rabu (7/12/2022).

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Tebingtinggi, Eva Novarisma Purba mengaku senang dengan putusan tersebut.

Baginya, peran hakim dalam menegakkan keadilan nyata terjadi dalam perkara ini.

“Kami merasa bangga, senang dan harus dengan kebijakan yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Tebingtinggi. Jaksa juga memang betul-betul melindungi anak dari kejahatan kekerasan seksual. Kita bangga sekali dengan seluruh aparat penegak hukum di Tebingtinggi,” kata Eva.

Eva menyampaikan, keluarga Almarhum Aipda YS merasa perjuangan hukum yang dilakukan telah sampai pada akhir yang diharapkan.

Ia juga mengaku korban SRUS yang kini berusia 22 tahun sampai menangis dan mengucap syukur atas keadilan yang diterima.

Eva juga berharap, kasus-kasus serupa yang barangkali terjadi di masa depan harus disikapi dengan cara yang sama oleh penegak hukum.

Pelaku kejahatan seksual terhadap anak harus divonis berat.

“Korban nangis gak nyangka pelaku divonis 20 tahun. Keluarga juga berterima kasih dan kini terus berbenah untuk meraih cita-cita. Jadi kita harap kasus-kasus serupa jangan kali ini saja (divonis berat),” kata Eva.

Sebagaimana diketahui, putri dari Almarhum Polisi Anumerta Aipda YS, yakni SRUS dicabuli oleh ayah tirinya sejak SRUS berusia 14 tahun atau kelas 3 SMP.

Baca juga: VIRAL Hakim Lakukan Pelecehan Seksual ke Sekretaris di Kantor, Rekaman CCTV Beredar Jadi Bukti

Kekejian EAP melakukan aksi bejatnya terjadi selama 7 tahun lebih atau terakhir kali pada November 2021.

Diawali sejak orangtua SRUS yaitu Aipda YS yang merupakan Kasium Polsek Dolok Merawan, Polres Tebingtinggi meninggal dunia tahun 2004, diketahui ibundanya menjanda beberapa waktu lamanya.

Kemudian ibunda korban menjalin asmara dengan pelaku EAP.

Dari kondisi tersebut, pelaku memanfaatkan celah saat ibunda SRUS mulai sakit-sakitan dengan mencabuli putrinya di kediaman mereka di Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kota Tebingtinggi

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved