Breaking News:

Memilih Damai

Dekan Fisip UI Sebut Popularitas jadi Bagian Vital dalam Dunia Politik Menuju Pilpres 2024

Dekan FISIP Universitas Indonesia, Semiarto Aji Purwanto mengatakan bahwa saat ini popularitas menjadi bagian penting dalam dunia politik.

Warta Kota/Leonardus Wical Zelena Arga
Dekan FISIP Universitas Indonesia, Semiarto Aji Purwanto saat acara Talkshow Series Memilih Damai bertema 'Membedah Genealogi Presiden dari Masa ke Masa', di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al-Azhar Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com - Dekan FISIP Universitas Indonesia, Semiarto Aji Purwanto mengatakan bahwa saat ini popularitas menjadi bagian penting dalam dunia politik.

Hal itu disampaikan saat Talkshow Series Memilih Damai dengan tema 'Membedah Genealogi Presiden dari Masa ke Masa' di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al-Azhar Indonesia, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2022).

"Menyapa itu salah satu bagian dari popularitas. Tapi bagaimana dengan dia (politisi) menyapa itu yang menjadi persoalan kan," ujar Aji dalam pemaparannya.

Baca juga: 3 Capres Paling Top, Anies-Ganjar-Prabowo Miliki Elektabilitas Tinggi, Dominasi 60 Persen


Ia menjelaskan bahwa menyapa secara langsung itu dilakukan zaman dulu. Namun, sekarang orang lebih banyak menyapa lewat media sosial.

"Nah kita sekarang hidup di dalam konsep realitas dunia maya dan realitas dunia yang sebenarnya. Itu tumpang tindih kan," ucap Aji.

Baca juga: Belum Dipasangi Sheet Pile, Tiga Titik Bantaran Kali di Balekambang Pernah Terjadi Longsor

Aji mengatakan yang dimaksud tumpang tindih adalah ketidaksesuaian kandidat politisi antara dunia Maya dengan realitanya.

Baca juga: Anies, Ganjar dan Prabowo Konsisten Pimpin Survei Elektabilitas, Peneliti Kompas Beber Analisanya

Ia mengungkapkan bahwa saat ini seringkali yang dilakukan seorang politisi adalah yang terpenting viral.

"Jelek sekalipun enggak masalah, asal viral kan. Itu popularitas. Jadi bukan pada program atau sesuatu yang baik, yang penting viral dulu," jelas Aji.

Lebih lanjut Aji menjelaskan, karena dengan viral, dia (politisi tersebut) akan lebih dikenal.

Iklan untuk Anda: Siapa yang Menderita Diabetes Baca Segera sebelum Dihapus
Advertisement by

"Bikinlah skandal-skandal. Bikinlah posisi seakan-akan terzolimi. Yang penting membuat orang-orang lihat ke dia," kata Aji.


Namun demikian, di sisi lain ada juga orang-orang yang metropolis dan rasional. Maksud Aji orang metropolis dan rasional tersebut adalah masyarakat yang sudah bisa menilai berdasarkan program kerjanya (bukan hanya pada popularitas).

"Kalau menurut saya, alangkah lebih baik seorang politisi itu populer karena dengan program-programnya yang memang disetujui masyarakat," tandas Aji.

Sebagai informasi, talkshow tersebut digelar atas kerja sama antara Tribun Network dengan Universitas Al-Azhar Indonesia.

Beberapa narasumber yang hadir menjadi pembicara antara lain: Ahli Antropologi dan Politikus, Meutia Farida Hatta Swasono; Dekan FISIP Universitas Indonesia, Semiarto Aji Purwanto; Dekan FISIP Universitas Al-Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto; Founder Lingkar Madani, Ray Rangkuti; dan Peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu.

Berdasarkan pantauan Warta Kota, sekira ratusan mahasiswa hadir dalam talkshow tersebut. Antusiasme terlihat dari keaktifan mereka saat bertanya terkait topik talkshow yang sedang didiskusikan. 

(*/TRIBUN MEDAN)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved