Breaking News:

Sumut Terkini

Julius Raja Alias King Jadi Tersangka Dugaan Pemalsuan, Begini Tanggapan Direktur Hukum PSMS Medan

Untuk langkah selanjutnya Bambang bakal rapat bersama pengurus dan manajemen PSMS Medan yang lainnya. 

Penulis: Muhammad Ardiyansyah | Editor: Ayu Prasandi
HO
Sekum PSMS Medan, Julius Raja saat di pers room Stadion Kebun Bunga, Medan, beberapa waktu lalu.  

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Polda Sumut resmi menetapkan Julius Raja alias 'King' menjadi tersangka atas dugaan pemalsuan surat dan dokumen palsu yang dilaporkan oleh direktur hukum PSMS Medan, Bambang Abimanyu.

Saat dikonfirmasi mengenai penetapan King sebagai tersangka, untuk langkah selanjutnya Bambang bakal rapat bersama pengurus dan manajemen PSMS Medan yang lainnya. 

"Ini akan saya bawa dulu ke rapat bersama pengurus. Nanti untuk statemen resminya terkait ini (penetapan King tersangka) setelah rapat sama pengurus, ya," katanya saat dikonfirmasi Tribun Medan, Jum'at (9/12/2022). 

Dijelaskan Bambang, dasar pihaknya melaporkan Julius Raja alias King karena ia mengaku-ngaku sebagai Sekretaris Umum PSMS Medan dan sebagai utusan yang sah saat Kongres Biasa PSSI, Mei lalu di Bandung. 

PT Kinantan Medan Indonesia (KMI) lembaga yang menaungi PSMS Medan sejatinya memandatkan Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang dan Direktur Hukum, Bambang Abimanyu. 

Baca juga: KONFLIK PSMS MEDAN, Julius Raja dan Fityan Hamdi Mangkir Lagi

Namun, saat tiba di Bandung, mandat Mulyadi dan Bambang ditolak oleh panitia kongres karena PSMS Medan sudah diwakili oleh dua oknum yaitu Julius Raja alias King, dan Fityan Hamdi. 

"Si King itu mengaku utusan dari PSMS Medan. Cuma yang jelas karena dia nunjukkan surat, di suratnya itu dia nunjukkan sebagai sebagai sekretaris PSMS. Dia kan gak sekretaris sesuai badan hukumnya," kata Bambang. 

Sebelumnya diberitakan, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi membenarkan penetapan status tersangka terhadap King. 

"Iya benar, sudah tersangka. dikenakan Pasal 263 KUHP,"kata Hadi, Jumat (9/12/2022).

Julius Raja alias 'King' dan Fityan Hamdi dilaporkan ke Polda Sumut oleh direktur hukum PSMS Medan Bambang Abimanyu pada 1 Juni 2022 lalu.

Keduanya dilaporkan karena mengaku sebagai sekretaris umum dan pengurus PSMS sehingga hadir di kongres PSSI pada 30 Juni 2022 di Bandung.

Kisruh di internal manajemen PSMS Medan ini bermula sejak Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 25 Maret 2022 lalu.

Baca juga: Julius Raja alias King Jadi Tersangka Dugaan Pemalsuan Dokumen saat Hadiri Kongres PSSI

Ketika RUPS digelar, kubu Edy Rahmayadi menunjuk Arifuddin Maulana Basri sebagai Direktur Utama PT Kinantan Medan Indonesia (KMI). Diketahui, Arifuddin Maulana Basri ini adalah menantu Edy Rahmayadi.

Kodrat Shah, selaku pemegang saham merasa kebobolan karena tidak diundang dalam RUPS tersebut. Bambang menyebut, pihak Kodrat diundang dan datang dengan diwakili penasihat hukumnya. 

Atas penunjukan Arifuddin Maulana Basri, paman Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah atau Ijeck ini merasa kecewa dan menganggap hasil RUPS itu tidak sah.

Belakangan, di saat kisruh RUPS muncul, timbul kembali masalah baru menyangkut Kongres PSSI di Bandung, Jawa Barat.

(cr12/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved