News Video

Sebelum Hembuskan Napas Terakhir, Aipda Sofyan Sempat Ditolong Penjual Gorengan

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Aipda Sofyan sempat ditolong oleh ibu-ibu penjual gorengan.

Editor: Bobby Silalahi

TRIBUN-MEDAN.COM - Aipda Sofyan gugur dalam peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astananyar, Kota Bandung, Jawa Barat.

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Aipda Sofyan sempat ditolong oleh ibu-ibu penjual gorengan.

Saat itu, kondisi korban terluka parah akibat terkena ledakan bom.

Titin, pedagang yang pertama kali menolong Aipda Sofyan mengatakan, saat itu korban sudah berlumuran darah.

Ia bersama seorang pedagang lainnya lantas menggandeng tubuh Aipda Sofyan.

Sambil berjalan, keduanya terus berteriak meminta tolong.

"Sayang hanya bisa berteriak teriak minta tolong. Pak Sofyan sudah muntah darah dan keluar darah juga dari hidung," ujar Titin.

Teriakan itu didengar oleh Agus Hermawan, pegawai Kelurahan Nyengseret yang berada tepat di sebelah Mapolsek Astanaanyar.

Agus terkejut saat melihat dua wanita menggandeng tubuh seorang polisi yang sudah sempoyongan.

Ia pun langsung mengambil motornya dan membawa Aipda Sofyan ke Rumah Sakit Immanuel Bandung.

"Almarhum hanya minta nyalakan terus klakson agar diberi jalan, pas sampai Rumah Sakit, beliau minta ke UGD pintu belakang biar cepat katanya," tutur Agus.

Setibanya di rumah sakit, Aipda Sofyan mendapat penanganan medis.

Nahas, nyawanya tak dapat diselamatkan.

"Saya tidak menyangka pak Sofyan meninggal, saya sangat kehilangan beliau orangnya baik," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved