Berita Sumut

Warga Kwala Serapuh Lempari Hingga Ancam Bakar Perahu Ponton Pembawa Eskavator Perambah Hutan

Warga Dusun II, Desa Kwala Serapuh, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, melempari hingga ancam akan bakar perahu ponton yang hendak mengangkut eskavator.

Tribun Medan/Muhammad Anil Rasyid
Warga Dusun II, Desa Kwala Serapuh, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, saat mengadang ekskavator yang mau diamankan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Selasa (6/12/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Warga Dusun II, Desa Kwala Serapuh, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, melempari hingga ancam akan bakar perahu ponton yang hendak mengangkut ekskavator perusak kawasan hutan mangrove di lokasi tersebut. 

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Pengamanan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Rudolf Bernard Sagala.

Baca juga: Hutan Mangrove Dirambah, Warga Kwala Serapuh Langkat Resah: Desa Kami Ini Bakal Tenggelam

Bahkan Rudolf mengatakan, ia disuruh oleh seorang warga bernama Saed untuk menarik ucapannya terkait perambahan hutan

Namun dengan tegas Rudolf menerangkan, segala aktivitas di kawasan hutan di lokasi yang dimaksud, merupakan perambahan dan perbuatan ilegal.

“Disuruh sama si Saed ini pula saya mengklarifikasi terkait kawasan hutan itu. Saya tegaskan, aktivitas ilegal di kawasan hutan merupakan perambahan. Itu merupakan perbuatan melawan hukum," ujar Rudolf, Jumat (9/12/2022).

Saat ditanya Rudolf terkait kapasitasnya, Saed yang mengaku sebagai warga Tanjung Pura itu, hadir di sana untuk mendampingi masyarakat.

Alhasil Saed bersama warga Dusun II, Desa Kwala Serapuh menghambat petugas untuk membawa ekskavator dari kawasan hutan ke Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. 

"Alasannya, ekskavator itu harus membuat tanggul (pelingkupan) di kawasan hutan sepanjang 150 meter, agar pemukiman warga tidak kebanjiran. Namun, si Saed dan warga di sana terkesan tak memperdulikan status kawasan hutan tersebut," ujar Rudolf.

"Saya tidak mau menuruti permintaan itu. Waktu ponton kami mau merapat untuk mengangkat eskavator, warga melemparinya. Warga di sana juga mengancam mau membakarnya. Demi keselamatan, saya dan tim meninggalkan kawasan itu," sambungnya. 

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Herianto. Ia mengatakan, anggotanya terpaksa mundur demi menjaga keselamatan. 

Sedangkan itu, Herianto menambahkan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Itulah yang terjadi. Keselamatan anggota saya terancam dan panton mau dibakar. Jadi kami masih berkoordinasi dengan Kepolisian untuk mencari cara mengatasi masalah ini. Kali ini kami tidak mau gagal," ucap Herianto.

Sementara itu pada, Kamis (8/12/2022) malam, ekskavator yang mau diamankan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, sudah tidak berada di lokasi dan sudah berpindah tempat. 

“Ini alat berat sudah pergi dari kawasan hutan. Tapi tak ada satu pun warga dan si Saed terlihat melakukan pengadangan. Dah kami kabari pun warga tidak ada yang perduli,” ujar Lilik, warga yang memang tak ingin keberadaan ekskavator di lokasi hutan mangrove. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved