Natal 2022
Asal-usul Tradisi Mendekor Pohon Natal, Dipopulerkan Ratu Inggris
Menghias pohon natal dengan keluarga maupun teman-teman merupakan kebahagiaan yang tiada tara lantaran dapat mempererat hubungan.
Penulis: Putri Chairunnisa | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM – Hari natal merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu umat kristiani setiap tahunnya
Menjelang perayaan hari natal di penghujung bulan Desember, banyak umat kristiani yang mendekorasi rumahnya dengan berbagai pernik-pernik natal.
Salah satunya adalah pohon natal, yang mana merupakan salah satu dekorasi penting untuk merayakan hari natal.
Umumnya pohon natal akan diletakkan di dalam rumah dan dihias sedemikian rupa dengan ornamen khas hari natal, seperti lampu warna-warni, hiasan santa claus, bintang, dan kado-kado.
Menghias pohon natal dengan keluarga maupun teman-teman merupakan kebahagiaan yang tiada tara lantaran dapat mempererat hubungan.
Tak hanya di rumah, pohon natal juga kerap kali ditemui di tempat umum seperti mall.
Pohon natal yang berdiri gagah di tengah pusat perbelanjaan dan iringan lagu-lagu natal membuat suasana natal semakin terasa.
Keberadaan pohon natal bisa dibilang dekorasi yang wajib ada saat natal.
Asal-usul pohon natal
Mengutip dari kompas.com, jauh sebelum munculnya agama kristen, pada musim dingin pohon yang terus hijau sepanjang tahun ini telah dipercaya memiliki makna khusus.
Saat itu orang-orang percaya bahwa menghiasi rumah mereka dengan pohon cemara pada musim dingin akan menjauhkan penyihir, roh jahat dan penyakit
Sedangkan tradisi menggunakan pohon natal sebagai dekorasi wajib di hari natal pertama kali digunakan di Jerman pada abad ke 16.
Saat itu umat Nasrani membawa pohon ke rumah mereka untuk dihias menggunakan pernak-pernik.
Sedangkan versi lain menurut bobo.grid.id, dulunya pohon-pohon yang didekorasi itu untuk menghormati titik balik matahari musim dingin sekaligus hari terpendek dan malam terpanjang sepanjang tahun.
Yang mana hari itu jatuh di penghujung bulan Desember.
Momen tersebut begitu dihormati banyak orang lantaran menandakan kalau musim semi akan segera tiba.
Dipopulerkan oleh Ratu Inggris
Pada tahun 1873-1901 atau pertengahan abad ke 19, pohon natal menjadi populer di Inggris karena kecintaan Ratu Victoria dan Albert yang saat itu menduduki kursi kerajaan.
Hal itu pula yang membuat pasangan tersebut digadang-gadang menjadi orang yang mempoluperkan tradisi menghias pohon natal.
Baca juga: Pohon Natal Raksasa Ada di Delipark Mall, Tingginya Hingga 12 Meter
Tiba lebih dulu di Amerika
Meski Ratu Inggris disebut-sebut menjadi sosok dibalik populernya tradisi menghias pohon natal, namun tradisi tersebut telah tiba lebih dulu di Amerika Utara pada abad ke 17.
Pohon natal tiba lebih dulu di Amerika melalui para imigran Jerman.
Abad ke 19 menjadi puncak popularitas pohon natal.
Selain Amerika dan Inggris, pohon natal juga populer di beberapa belahan negara lainnya seperti Austria, Swiss, Polandia dan Belanda.
(cr32/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ucapan-natal-kumpulan-ucapan-natal-2020-dalam-bahasa-inggris-bisa-dibagikan-via-whatsapp-facebook.jpg)