Harga Sembako
Siap-siap, 4 Komoditas di Sumut Ini bakal Naik Harga jelang Momen Natal Tahun Baru
Bapanas mengingatkan ada empat komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengingatkan ada empat komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, komoditas tersebut adalah beras, telur ayam, daging ayam, dan cabai.
Tentu saja ini menjadi perhatian pemerintah. Ia mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin menjaga pasokan keempat komoditas tersebut agar tak menimbulkan kenaikan inflasi yang signifikan.
Baca juga: Tingkah Lucu Putra Bobby Nasution di Nikahan Kaesang, Tolak Pakai Baju Adat dan Pilih Pakai Singlet
Salah satu upaa yang dilakukan oleh pemerintah adalah, dengan melakukan mobilisasi pangan dari daerah surplus ke defisit.
Seperti contohnya, hingga minggu pertama Desember 2022, pemerintah sudah menyalurkan beras dari wilayah surplus ke defisit sebanyak 348,36 kg.
Baca juga: Toyota Vios Laga Kambing dengan Daihatsu Terios di Jalinsum, Dua Mobil Pribadi Terbakar Hebat
Bapanas pun meminta seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk tanggap terkait ketersediaan pasokan di daerahnya. Bila memang ada pasokan pangan yang kurang, Bapanas mengaku siap melakukan mobilisasi pangan.
"Kami sudah memiliki data mana yang surplus dan mana yang defisit pangan. Sehingga ini akan mudah untuk memitigasi, dan nantinya untuk mengendalikan inflasi," katanya, Senin (12/12/2022).
Terkait hal ini, Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Sumatera Utara, Doddy Zulverdi mengatakan hal yang serupa, ia melihat masih tingginya harga gabah baik ditingkat petani maupun penggilingan dapat mendorong kenaikan harga beras.
Tingginya harga tersebut juga dipicu oleh peningkatan curah hujan yang berpotensi mengganggu produksi beberapa komoditas pangan.
"Selain itu, harga gabah dan berakhirnya masa panen beberapa komoditas holtikultura diperkirakan akan menjadi faktor pendorong harga meningkat, " ujarnya.
Tribun Medan juga memantau di beberapa pasar tradisional Kota Medan seperti Pasar Petisah, Pusat Pasar dan Pasar Pringgan, para pedagang menyampaikan menjelang Nataru saat ini harga pangan mulai mengalami kenaikan.
Mulai dari beras, daging ayam, cabai hingga telur, pelonjakan harga pun dipicu oleh tingginya curah hujan beberapa hari ini yang menyebabkan stok di pasar berkurang.
"Biasanya saya stok cabai merah 60 kilogram sehari, namun semenjak harga naik 50 persen, sekarang cuma berani 30 kilogram saja untuk dijual, " ujar pedagang Sadrak Tamba di Pusat Pasar Kota Medan kepada Tribun Medan.
Tak hanya Sandrak, pedagang beras juga mengatakan hal yang serupa, ia bahkan mengherankan terkait harga beras yang kian meningkat setiap harinya sedangkan stok cukup melimpah.
"Ini sudah naik terus harganya setiap hari, padahal stok beras melimpah," pungkas pedagang beras.
(cr9/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/harga-telur-naik-di-Kota-Medan.jpg)