Travel

Jelang Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Parapat dan Berastagi Diprediksi Capai 95 %

Okupansi hotel di Sumatera Utara terus menunjukkan peningkatan menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2023. 

TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGHRIBI
View Hotel Niagara Parapat 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Okupansi hotel di Sumatera Utara terus menunjukkan peningkatan menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2023. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny S Wardhana menyampaikan menjelang akhir tahun okupansi hotel di Sumut diprediksi mampu mencapai 85 persen.

“Akhir tahun nanti khususnya di tanggal 25 Desember hingga awal Januari kita prediksi okupansi hotel di Sumut secara umum ada di angka 85 persen. Karena orang Medan ini suka nginepnya di last minute. Sementara, di daerah wisata seperti Parapat dan Berastagi di angka 90-95 persen,” ujar Denny, Sabtu (17/12/2022). 

Ia menyampaikan, per November 2022 kemarin okupansi hotel di Medan berada di angka 70 persen karena banyaknya MICE dan acara-acara pemerintahan. 

Dibandingkan tahun lalu, ia menyampaikan persentasenya hampir sama karena tahun lalu banyak masyarakat yang melakukan staycation di akhir tahun akibat belum diizinkannya penyelenggaraan acara tahun baruan.

Sementara itu, Public Relation Grandhika Medan Jesica Manik menuturkan saat ini okupansi hotelnya mencapai 90 persen dan akan terus naik hingga akhir tahun, terutama menjelang Tahun Baru. 

Namun, biasanya di tanggal 20 hingga 26 Desember bisa turun ke 50 persen karena biasanya sepi dan kembali ramai di atas tanggal 26 Desember.

“Kita ga ada promo kamar karena fokusnya ke menu buffet untuk tahun baru (new year event) dengan tema Hawaiian Sensation. Kita angkat tema itu karena tahun lalu temanya Hollywood jadi tahun ini pengen angkat tema Hawaiian ala pantai-pantai gitu. Jadi semua menunya terinspirasi dari Hawaii.  Makanya untuk harga tiket, normal ga ada promo khusus Nataru,” ungkapnya. 

Terpisah, Public Relation Manager Hotel Santika Premiere Dyandra Medan Herry Wahyudi mengatakan,di triwulan IV 2022, tren okupansi hotelnya sedikit menurun dari periode sebelumnya namun hanya sekitar lima persen karena masih banyak tamu-tamu korporasi dan pemerintahan yang menjadi market utama hotel.

“Menjelang akhir tahun, saat ini masih belum ada peningkatan okupansi karena  biasa okupansi akan mulai terlihat pada last minute atau  H-7. Kalau bercermin dari  tren akhir tahun beberapa tahun terakhir, biasanya okupansi kamar akan penuh,” ungkapnya. 

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumut pada Oktober 2022 mencapai rata-rata 44,22 persen atau turun 0,37 poin dibanding September 2022 sebesar 44,59 persen. 

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, TPK Oktober 2022 naik 3,87 poin dari 40,35 persen Oktober 2021 menjadi 44,22 persen pada Oktober 2022.

Untuk Oktober 2022, TPK tertinggi tercatat terjadi pada hotel bintang 4 yaitu mencapai 65,51 persen, sedangkan TPK hotel terendah terjadi pada hotel bintang 1 yang hanya mencapai 33,93 persen.

(cr9/Tribun-Medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved