Berita Sumut

Jelang Nataru, Sejumlah Sayuran di Sumut Mengalami Lonjakan Harga

Menjelang perayaan hari Natal tahun 2022 dan Tahun Baru 2023, harga sejumlah kebutuhan pangan terpantau bergerak naik.

Tayang:
Tribun Medan/Diana Aulia
Pedagang sayuran di Pasar Kampung lalang Medan tengah melayani pembeli, Selasa (6/9/2022) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjelang perayaan hari Natal tahun 2022 dan Tahun Baru 2023, harga sejumlah kebutuhan pangan terpantau bergerak naik.

Kenaikan tersebut didominasi harga pangan hortikultura khususnya sayur-sayuran.

Baca juga: Dampak Banjir, Sejumlah Harga Sayuran di Sergai Meroket, Naik Sampai Tiga Kali Lipat

"Banyak jenis sayur sayuran yang mengalami kenaikan cukup signifikan seperti bayam, kacang panjang, sawi manis, tomat, terong, kangkung, dan banyak lagi jenis sayuran lainnya," ujar Ekonom Sumatera Utara, Gunawan Benjamin kepada Tribun Medan, Rabu (21/12/2022). 

Menurutnya, kenaikan harga komoditas sayuran tersebut ada yang mencapai hingga dua kali lipat lebih.

"Sebagai contoh, di tingkat pedagang pengecer kacang panjang yang biasanya dijual Rp 10 ribu per kilogram sekarang sudah mencapai Rp 25 ribu per kilogram," ucapnya. 

Kemudian, tomat di tingkat petani yang bisa dijual dalam rentang harga Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kilogram, saat ini dijual dikisaran angka Rp 7.000 per kilogram. 

Sementara itu, cabai merah di tingkat pedagang pengecer di Kota Medan di jual dikisaran harga Rp 37 ribuan per kilogram, sementara cabai rawit dijual dikisaran harga Rp 49 ribuan per kilogram.

"Faktor cuaca yang kurang bersahabat menjadi salah satu pendorong mahalnya harga sayur-sayuran belakangan ini. Jadi bukan karena menjelang Natura," imbuhnya. 
 
Namun dikarenakan kondisi curah hujan tinggi yang memicu terjadinya banjir, membuat banyak tanaman sayuran rusak.

Bahkan tidak jarang harus di panen lebih awal.

"Dari sekian banyak sayuran, jenis sayuran tanaman pakis yang harganya relatif stabil. Musim penghujan justru membuat tumbuh kembang menjadi pakis menjadi lebih baik. Selain pakis, daun ubi harganya juga relatif lebih stabil dengan kecenderungan naik," sebutnya
 
Sedangkan untuk tanaman cabai, Gunawan menilai cabai akan bertahan di level saat ini setidaknya hingga tahun baru nanti. Tetapi lompatan harga secara tiba tiba berpeluang terjadi untuk cabai. 

"Karena cabai saat ini pasokannya kerap mengalami gangguan karena cuaca yang dinilai kurang begitu bersahabat. Mulai di level petani, distributor hingga pengecer, curah hujan yang tinggi berpotensi memicu volatilitas pada harga cabai itu sendiri," tuturnya.

Baca juga: Harga Sayuran di Asahan Naik Dua Kali Lipat, Pembeli di Pasar Inpres Kisaran Mengeluh

"Untuk cabai, saya menilai harganya tidak akan seburuk awal kenaikan harga cabai yang terjadi pada juni hingga agustus yang sempat menyentuh Rp 120 ribu per kilogram di Kota Medan. Sejauh ini, pasokan masih cukup tersedia hingga akhir januari mendatang," tambahnya. 

Dia memprediksi pasokan akan turun signifikan pada akhir januari nanti. Meski demikian belum bisa dipastikan berapa harga cabai nantinya.

(cr10/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved