Breaking News:

Harga Sayur

Dampak Banjir, Harga Sayuran Seperti Timun dan Kacang Panjang di Kabupaten Sergai Ikut Mahal

Harga sayuran di Kabupaten Sergai ikut naik jelang pergantian tahun dampak dari banjir beberapa waktu lalu

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Y Zebua saat melayani pembeli di pasar tradisional Sei Rampah, Selasa (27/12/2022). Zebua mengatakan, sampai saat sejumlah harga kebutuhan pokok masih mengalami kenaikan harga pasca banjir. /Anugrah Nasution. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI - Banjir yang melanda Kabupaten Sergai telah surut.

Meski begitu, dampak banjir masih membuat sejumlah harga sayur naik karena kurangnya pasokan. 

Misalnya harga mentimun, kacang panjang dan kangkung.

Jenis sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat ini naik sejak beberapa minggu terakhir.

Baca juga: Dampak Banjir, Sejumlah Harga Sayuran di Sergai Meroket, Naik Sampai Tiga Kali Lipat

"Harga sejumlah sayuran masih naik karena banjir kemarin seperti timun saat ini Rp 12 per kilogram, kacang panjang Rp 14 ribu dan kangkung 3 ribu per ikat. Namun dibandingkan beberapa minggu lalu sudah mulai turun meski begitu harganya belum normal karena pasokan dari luar daerah sementara disini belum tanam karena banjir," kata Y Zebua, pedagang sayuran di Pasar Sei Rampah, Selasa (27/12/2022). 

Sementara itu, untuk komuditas yang lainya, sampai sejauh ini masih normal dan belum mengalami kenaikan jelang akhir tahun. 

Meski begitu, pedagang khwatir harga kebutuhan pokok bisa naik sewaktu-waktu karena kekurangan persediaan atau meningkatnya pesanan. 

Baca juga: Harga Sayuran di Asahan Naik Dua Kali Lipat, Pembeli di Pasar Inpres Kisaran Mengeluh

"Kalau harga yang lain masih normal seperti tomat Rp 14 ribu per kilogram, cabe merah Rp 32 ribu, cabai hijau Rp 25 ribu dan bawang merah Rp 22 ribu," kata Zebua. 

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Sergai mengatakan, harga komuditas di sejumlah pasar masih relatif aman meski beberapa harga sayur mengalami kenaikan dampak banjir

Kepala Dinas Disperindag Sergai, Roy Pane mengungkapkan harga sejumlah kebutuhan pokok masih aman jelang tahun 2023.

"Komoditas barang masih terpantau dalam batas toleransi, yang agak naik beras dan telur, tapi itu tidak terkait dengan banjir. Untuk beras karena stok padi juga berkurang karena belum masa panen tapi stok masih aman dan tersedia," kata Roy kepada Tribun. 

Baca juga: Harga Cabai Merah di Pasaran Paling Mahal Dibanding Harga Sayuran Lain

Untuk mengantisipasi kenaikan harga jelang tahun baru, kata Roy, pihaknya terus melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar. 

Roy mengakui selain sayuran, harga telur juga mengalami kenaikan jelang akhir tahun.

Disperindag pun terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan harga dan stok kebutuhan pokok terpenuhi. 

"Untuk telur memang naik karena kondisi produksi mengalami penurunan, disamping mendekati natal dan tahun baru tapi dipastikan stok tersedia dan pasokan masih lancar. Komoditas lain secara keseluruhan terpantau  tersedia dan memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun," ujar Roy. 

Baca juga: Dampak Erupsi Gunung Sinabung, Harga Sayuran Mulai Bergerak Naik

"Disperindag selalu memantau harga bahan pokok dan kita sudah mempersiapkan instrumen kerjasama dengan Bulog dan Distributor apabila terjadi kenaikan harga yang tidak terkendali dengan  melaksanakan operasi pasar," tutupnya.(cr17/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved