Breaking News

Berita Medan

Jelang Tahun Baru, Harga Daging Babi di Sumut Melonjak Tajam

Jelang perayaan pergantian tahun baru 2023 yang tinggal menghitung hari, terpantau harga daging babi melonjak tajam.

Tribun Medan/Riski Cahyadi
Pedagang mengolah makanan dari bahan daging babi di kabanjahe, Kabupetan Karo, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jelang perayaan pergantian tahun baru 2023 yang tinggal menghitung hari, terpantau harga daging babi melonjak tajam.

Diketahui sebelumnya harga daging di tingkat pedagang biasanya berada dikisaran harga Rp 80-Rp 90 ribu per kilogram, kini mengalami kenaikan menjadi Rp 100 - Rp120 ribu per kilogram.

Baca juga: Harga Daging Babi di Kota Medan Anjlok Jelang Natal dan Tahun Baru

Seorang pedagang daging babi di Pasar Sore Kota Medan, Barus mengatakan kenaikan harga daging babi menjelang libur tahun baru disebabkan karena harga babi di tingkat peternak yang mulai mengalami kenaikan harga.

Ia mengatakan beberapa pekan yang lalu, para penjual daging babi sempat membanderol harga murah selama dua tahun ini yakni Rp 80 ribu per kilogram.

"Waktu itu sempat lah Rp 80 ribu per kilogram, itu harga termurah selama dua tahunan ini kami jual daging babi. Ini menjelang tahun baru, syukurlah harga naik, permintaan juga banyak, " ucap Barus kepada Tribun Medan, Kamis (29/12/2022)

Ia juga mengakui pada akhir tahun dan menjelang tahun baru 2023 yang tinggal beberapa hari lagi, permintaan akan daging babi mengalami kelonjakan hingga 70 persen.

Namun begitu, meskipun permintaan melonjak tinggi, stok daging babi sampai saat ini tidak mengalami kendala.

Tak hanya di tingkat pedagang, seorang peternak babi di  Sumut, Ginting juga mengaku merasakan kenaikan harga daging babi timbang hidup selama beberapa hari ini.

Dikatakannya, kenaikan harga akan daging babi timbang hidup mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Dimana sebelumnya harga babi dijual kisaran Rp 38 ribu, kini melonjak hingga Rp 45 ribu per kilogram.

"Kenaikan harga ditingkat peternak ini sudah beberapa hari ini, memang permintaan pembelian babi timbang hidup lagi melonjak jelang akhir tahun ini, saya kira itu penyebab kenaikan harga," ungkapnya.

Baca juga: Flu Babi Melanda, Begini Pasokan Ternak Kaki Empat di Kota Siantar Jelang Natal dan Tahun Baru

Ia mengatakan bersyukur dapat merasakan kenaikan harga daging babi dan babi timbang hidup menjelang akhir tahun ini.

"Karena kalau harga yang anjlok kemarin betul-betul miris sekali kami ditingkat peternak ini, ya semoga selepas tahun ini semakin membaik kembalilah harganya kayak kemarin, " pungkasnya.

(cr9/tribun-medan.com)


 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved